Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
22 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
22 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
1 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Parlemen

Dugaan Anak Terseret Promosi Vape, DPR Minta Pengawasan Digital Diperketat

Dugaan Anak Terseret Promosi Vape, DPR Minta Pengawasan Digital Diperketat
Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun.
Senin, 03 Agustus 2026 12:50 WIB

JAKARTA - Insiden dugaan eksploitasi anak dalam kegiatan promosi rokok elektronik atau vape yang sedang diusut oleh Polda Metro Jaya menjadi peringatan bagi ekosistem pendidikan dan keluarga. Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun meminta seluruh elemen masyarakat memperkuat literasi digital guna melindungi generasi muda.

Menurutnya, pengawasan terhadap rekam jejak aktivitas anak di ranah maya tidak bisa hanya dibebankan pada instansi kepolisian. Platform penyedia layanan, institusi pendidikan, hingga orang tua memiliki andil krusial dalam menyaring paparan produk yang tidak sesuai dengan batas usia.

"Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi," urai Adang dalam pernyataan tertulisnya, Senin (3/8/2026).

Peningkatan pemahaman literasi digital di kalangan keluarga diyakini mampu membentengi anak dari incaran pihak-pihak yang ingin memanfaatkannya sebagai objek promosi zat adiktif. Anak-anak merupakan aset bangsa yang kesehatan serta masa depannya wajib dijaga secara kolektif oleh berbagai pemangku kepentingan.

Sejalan dengan seruan tersebut, ia juga meminta aparat penegak hukum menyelesaikan kasus dugaan promosi vape ini secara objektif dan tuntas.

"Keselamatan, kesehatan, dan masa depan anak harus menjadi prioritas di atas segalanya," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Parlemen
wwwwww