Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
21 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
20 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Inovasi Pemeriksaan Keuangan, BPK Gunakan AI Tahun Depan

Inovasi Pemeriksaan Keuangan, BPK Gunakan AI Tahun Depan
Senin, 03 Agustus 2026 13:30 WIB

JAKARTA - Sistem pengawasan dan pemeriksaan keuangan negara akan memasuki babak baru dengan rencana Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengadopsi kecerdasan buatan (AI) pada tahun depan. Pengumuman ini disampaikan di sela-sela penyerahan laporan pemeriksaan di Kementerian Imipas, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).

Pimpinan I BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana menerangkan bahwa pemutakhiran sistem yang tengah disiapkan tersebut bernama Artificial Intelligence Forecast Audit atau AIFOR.

"Tahun depan Bapak-Ibu sekalian, kita akan mencoba sistem yang namanya AIFOR. Artificial Intelligence Forecast Audit," sebut Nyoman.

Pendekatan baru ini didesain untuk memperkuat akurasi laporan neraca dan kinerja. Ke depannya, hasil pemeriksaan akan melalui tahapan pengujian komprehensif yang turut mengintegrasikan pandangan dari sektor akademik sebelum diserahkan kepada instansi terkait.

"Jadi audit yang kami berikan ke Bapak-Ibu sekalian bukan hanya masalah sampling dan kedalamannya saja, tapi sudah proven. Sudah memasukkan pendapat dan penilaian mulai melibatkan banyak akademisi dan lain sebagainya," terangnya.

Tidak hanya mengarahkan evaluasi kepada instansi pemerintah, instrumen AI ini juga difungsikan sebagai parameter internal untuk meninjau mutu rekomendasi yang dikeluarkan BPK.

"Kami juga akan menghasilkan outcome, salah satu outcome-nya adalah menilai apakah rekomendasi kita kualitasnya juga semakin naik, semakin naik. Jadi bukan hanya mengaudit Bapak-Ibu dan memberikan rekomendasi tapi kita juga akan menilai diri kita sendiri," tambahnya.

Dengan peningkatan kualitas pelaporan tersebut, setiap kementerian dan lembaga yang diaudit diminta untuk merespons rekomendasi melalui langkah-langkah pembenahan nyata.

"Perbaikan ini kami harapkan menjadi perbaikan yang sistemik dan berdampak kepada kementerian dan lembaga yang Bapak-Ibu pimpin," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Balai Kota
wwwwww