Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Parlemen

DPR Pertimbangkan Bentuk Panja Benahi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis

DPR Pertimbangkan Bentuk Panja Benahi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi (net)
Kamis, 16 Juli 2026 19:30 WIB

JAKARTA - Komisi IX DPR mempertimbangkan usulan pembentukan panitia kerja (panja) terkait tata kelola penyelenggaraan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan tersebut mengemuka dan disampaikan langsung oleh MBG Watch dalam rapat kerja, Kamis (16/7/2026).

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris menyambut positif usulan dari koalisi masyarakat sipil tersebut. Pembentukan panja dinilai krusial untuk memastikan arah tata kelola MBG menjadi lebih baik ke depan, sehingga usulan ini akan segera dibahas dalam rapat internal komisi.

"Ini masukan yang sangat baik," kata Charles di Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Kamis (16/7/2026).

Politikus PDIP itu menjelaskan salah satu pertimbangan mendasar Komisi IX DPR mendukung pembentukan panja adalah terkait efisiensi. Jumlah penerima manfaat saat ini dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikeluarkan negara.

Berdasarkan data Center of Economic and Law Studies (Celios), jumlah penerima manfaat MBG seharusnya dapat dipangkas dari 82 juta menjadi 26 juta. Angka ini disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat dan tujuan awal proyek, yakni perbaikan gizi anak hingga mengurangi angka stunting, sehingga tidak semua anak dikategorikan sebagai penerima manfaat.

"Dengan adanya panja diharapkan ada hal-hal spesifik dan komprehensif bagaimana ke depan program ini dapat berjalan," jelasnya.

Saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku lembaga penyelenggara menargetkan penerima manfaat MBG mencapai 82,9 juta orang di 2026. Sampai Juni 2026, penerima manfaat dari proyek unggulan pemerintahan Prabowo Subianto ini telah menyentuh angka 62,9 juta orang.

Sorotan terhadap tata kelola ini tidak lepas dari rentetan masalah di internal BGN. Sebelumnya, koalisi masyarakat sipil MBG Watch menggelar aksi simbolik menyegel Gedung BGN, Jakarta, Rabu (10/6/2026). Aksi protes ini memperkuat kritik Tiyo Ardianto mengenai penunjukan pejabat BGN yang dinilai bermodalkan loyalitas ketimbang kompetensi kesehatan masyarakat. Bobroknya tata kelola internal institusi baru tersebut kian terbukti menyusul terungkapnya skandal kasus korupsi yang menyeret sejumlah petinggi lembaga.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Pasar & Niaga, Parlemen, Binawidya
wwwwww