Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
21 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
20 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Latihan Menembak Dihapus Usai Tragedi 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal

Latihan Menembak Dihapus Usai Tragedi 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal
Ilustrasi
Selasa, 30 Juni 2026 12:06 WIB

JAKARTA - Tragedi meninggalnya 5 peserta pendidikan membuat Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengevaluasi total program pelatihan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP). Latihan menembak serta aktivitas fisik yang berat kini dihapus.

Kelima peserta yang meninggal dunia dalam kegiatan tersebut adalah Yonanda Muhammad Taufiq (meninggal 17 Juni 2026), Anisa Muyassaroh (meninggal 18 Juni 2026), Novia Rahmadhani Sihotang (meninggal 22 Juni 2026), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (meninggal 26 Juni 2026), dan Nola Dya Sari (meninggal 26 Juni 2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo memastikan instansinya telah melakukan penyesuaian pendekatan pendidikan. Kegiatan fisik kini diturunkan intensitasnya agar sesuai untuk warga sipil.

"Perlu kami sampaikan bahwa dokumentasi atau liputan terkait kegiatan menembak (yang banyak beredar di media massa dan media sosial) tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada minggu lalu, sebelum adanya evaluasi terbaru terhadap pelaksanaan program," urai Rico, Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan evaluasi bersama, status Latihan Dasar Militer (latsarmil) juga telah diubah secara resmi oleh Kemhan.

"Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi," tambahnya.

Materi pendidikan yang diberikan saat ini lebih mengarah pada pengembangan wawasan kebangsaan, disiplin, kerja sama, tanggung jawab, kepemimpinan, dan karakter.

“Serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola Kopdes Kelurahan Merah Putih dan KNMP. Sehingga mereka benar-benar siap bekerja saat selesai melaksanakan Pendidikan,” papar Rico.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Opini, Warga Bertuah
wwwwww