Pesan Nadiem Makarim Untuk Generasi Muda Jelang Putusan
![]() |
| Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim. |
JAKARTA - Agenda sidang pembacaan putusan perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026). Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim hadir langsung dengan suasana emosional.
Sambutan Haru di Pintu Pengadilan
Kedatangan Nadiem diwarnai kehadiran puluhan pendukung. Sejumlah pengemudi ojek online serta sejumlah warga ikut mengawal jalannya sidang. Saat tiba di pintu masuk pengadilan dan membaca pesan-pesan yang ditulis oleh warga, Nadiem tampak menangis.
Tidak Berjuang Sendirian
Menghadapi awak media yang telah menanti, Nadiem membagikan rasa syukurnya yang mendalam atas dukungan dari masyarakat selama proses hukum berjalan dalam satu tahun terakhir.
"Saya sulit mencari kata-kata karena perasaan terbesar saya hari ini adalah saya merasa sangat bersyukur. Bersyukur bahwa dalam perjuangan setahun ini saya tidak merasa sendirian. Apa pun yang akan terjadi hari ini, saya yakin saya tidak sendirian. Karena saya punya keluarga saya, saya punya dukungan dari berbagai kalangan masyarakat dan saya punya kebenaran di sisi saya. Dan karena itu Allah tidak akan pernah meninggalkan saya," kata Nadiem.
Menanggapi keputusan majelis hakim yang akan segera dibacakan, Mantan Bos Gojek ini menitipkan satu harapan agar semuanya sejalan dengan fakta persidangan.
"Tentunya harapan saya adalah bahwa kebenaran menang hari ini, bahwa keadilan masih ada artinya di negara ini," ujarnya.
Meski demikian, dirinya tidak menutup mata atas berbagai skenario yang mungkin terjadi, termasuk jika putusan tidak berlandaskan pada fakta persidangan.
"Tapi saya juga tidak naif. Saya menyadari bahwa bisa saja hari ini keputusannya tidak berdasarkan fakta persidangan. Bisa saja itu terjadi, tapi saya yakin ada hikmah yang jauh lebih besar dari kejadian ini," jelasnya.
Harapan untuk Anak Muda
Lebih jauh, Nadiem melihat perkaranya ini sebagai pijakan untuk membela orang-orang yang merasa menjadi korban kriminalisasi, bukan sebatas urusan diri dan keluarga. Ia menginginkan adanya pembenahan sistem hukum di Indonesia dalam hal pembuktian dan pengambilan putusan.
"Saya harap bahwa kasus saya, apa pun yang terjadi hari ini, dijadikan perubahan yang lebih baik bagi hukum kita. Proses membuat putusan, proses pembuktian, sehingga ini tidak terjadi lagi di negara yang kita cintai," paparnya.
Nadiem sama sekali tidak menyesali langkahnya untuk mengabdi kepada negara dan meminta agar generasi muda tidak lantas takut menjadi pelayan publik.
"Yang saya inginkan justru jadikan ini kesempatan emas. Apa pun yang terjadi pada saya, Indonesia harus menjadi lebih baik. Indonesia harus memberikan harapan kepada anak mudanya. Indonesia harus memberikan harapan kepada kepastian hukum agar kita semua merasa aman mengabdi kepada negara," pungkasnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Cendekia |










