Langkah Awal Menuju Trans Sumatra, Pemerintah Siapkan Rp350 Triliun untuk Aktifkan 248,5 Kilometer Rel Kereta Sumbar
![]() |
JAKARTA - Rencana menghubungkan seluruh wilayah dari ujung utara hingga selatan Pulau Sumatra kini memasuki fase krusial. Gebrakan awal dimulai dengan mengaktifkan rel-rel tua Sumatera Barat yang telah puluhan tahun tertidur lelap.
Rabu (3/6/2026), pemerintah meresmikan pengalokasian dana tahap awal sekitar Rp300 miliar. Dana investasi ini dialirkan untuk mengaktifkan kembali 248,5 kilometer jalur kereta api nonaktif yang membelah berbagai kabupaten dan kota di Sumatra Barat.
Roadmap Raksasa Trans Sumatra
Keputusan strategis ini tidak berdiri sendiri. Dalam rapat dengar pendapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka cetak biru transportasi masa depan kepada Komisi VI DPR RI.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin menerangkan rancangan mega proyek Trans Sumatra yang membutuhkan anggaran fantastis. Perusahaan pelat merah ini tengah mematangkan roadmap transformasi 2026-2030 demi mengikat jaringan kereta api utuh dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung.
Demi menyatukan konektivitas tersebut, KAI mengejar target fisik berupa pembangunan 1.110 kilometer jalur rel baru, dipadukan dengan reaktivasi 726 kilometer jalur nonaktif di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Total investasi yang disiapkan untuk menopang ambisi ini menyentuh Rp350 triliun.
Dampak Ekonomi Tanah Minang
Dibawah komando Presiden Prabowo Subianto, langkah prioritas dipusatkan terlebih dahulu di Sumatra Barat guna mempercepat perputaran ekonomi warga setempat melalui sistem logistik yang lebih terjangkau.
"Alhamdulillah, dalam rapat dengan Dirut PT KAI, kami mendapatkan informasi bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kereta api di Sumatera Barat. Salah satunya melalui program reaktivasi jalur kereta api yang selama ini tidak beroperasi," urai Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade.
Titik-titik jalur yang masuk dalam daftar pengaktifan ulang terdiri dari:
- * Naras-Sungai Limau: 6,5 kilometer.
- * Muarakalaban-Sawahlunto: 4 kilometer.
- * Padang Panjang-Batuabal: 18 kilometer.
- * Batuabal-Solok: 34 kilometer.
- * Solok-Muarakalaban: 24 kilometer.
- * Kayu Tanam-Padang Panjang-Bukittinggi-Limbanan: 162 kilometer.
Legislator dari Daerah Pemilihan Sumatra Barat 1 itu menegaskan bahwa masyarakat akan menjadi penikmat utama dari kebijakan ini.
"Presiden Prabowo ingin membangun infrastruktur yang berdampak langsung kepada masyarakat. Reaktivasi jalur kereta api di Sumbar akan membuka akses transportasi yang lebih murah, aman, dan efisien. Untuk tahap awal, diperkirakan investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp300 miliar," papar Andre Rosiade.
Langkah nyata ini sekaligus mengikis stigma pembangunan yang kerap hanya berpusat di Pulau Jawa.
"Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan pembangunan, termasuk di luar Pulau Jawa. Sumatera Barat mendapat perhatian khusus dalam pengembangan jaringan kereta api nasional," pungkas Andre Rosiade. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Balai Kota, Binawidya |











