Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
21 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
6
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
3 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Mengapa Sering Cemas Saat Ambil Keputusan? Peneliti Ungkap Lemahnya Kemampuan Interosepsi

Mengapa Sering Cemas Saat Ambil Keputusan? Peneliti Ungkap Lemahnya Kemampuan Interosepsi
Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa intuisi dan keterhubungan dengan diri sendiri (self-connection) menjadi kunci kesejahteraan psikologis. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)
Senin, 08 Juni 2026 07:23 WIB

JAKARTA - Rasa tidak nyaman atau tegang di perut saat menghadapi situasi buntu ternyata bukan sekadar reaksi fisik biasa. Kajian neurosains dan psikologi modern sepakat bahwa fenomena interosepsi tersebut adalah faktor paling dominan yang menentukan kualitas kebahagiaan hidup manusia.

Publikasi European Journal of Psychology yang dikutip Psychology Today, Minggu (7/6/2026) membedah tuntas mekanisme sistematis di balik intuisi. Penelitian ini menemukan korelasi kuat antara kemampuan membaca sinyal tubuh dengan tingginya harga diri serta kesejahteraan subjektif seorang individu.

Konsep utama yang bekerja di balik layar adalah keterhubungan diri. Seseorang diwajibkan menyadari kondisi internalnya, memberikan penerimaan tanpa syarat, lalu mengambil sikap selaras dengan keyakinan yang muncul.

Mekanisme Cerdas Otak dan Tubuh

Teori dual process dari ilmuwan peraih Nobel, Daniel Kahneman memetakan secara detail bagaimana sistem manusia beroperasi. Otak terbagi menjadi dua jalur utama, yakni jalur otomatis yang memproses data dengan sangat cepat dan jalur analitis yang bergerak lambat.

Ketika rasa firasat itu muncul, sistem cepat sebenarnya sedang membongkar ribuan pengalaman masa lalu, memori emosional, dan pola kejadian secara kilat. Hasil dari bongkar data ini kemudian dikirimkan berupa sensasi fisik langsung ke tubuh sebagai petunjuk arah.

Berdasarkan riset PLOS One tahun 2022, kemampuan merespons sinyal rumit tubuh ini sangat bisa diasah. Lewat praktik mindfulness terstruktur selama tiga hari, para peserta uji coba berhasil menunjukkan tingkat ketenangan emosional yang jauh lebih stabil.

Pemahaman utuh terhadap diri sendiri sukses membebaskan banyak individu dari keputusan hidup yang salah. Peneliti merekomendasikan pencatatan respons tubuh harian dan membiasakan diri memulai aktivitas pagi tanpa melibatkan gawai. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kesehatan
wwwwww