Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
21 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
20 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Kampus

Posisi Hilal Penuhi Kriteria Kemenag Segera Gelar Sidang Penentuan Idul Adha

Posisi Hilal Penuhi Kriteria Kemenag Segera Gelar Sidang Penentuan Idul Adha
Kemenag akan menggelar sidang isbat Hari Raya Iduladha pada Minggu (17/5/2026).
Rabu, 06 Mei 2026 12:28 WIB

JAKARTA - Menjelang datangnya waktu pelaksanaan ibadah kurban, Kementerian Agama Republik Indonesia bersiap menetapkan jatuhnya awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah. Penentuan momen penting bagi umat Islam tersebut akan diputuskan melalui forum sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad menyampaikan bahwa musyawarah lintas sektor ini menjadi mekanisme resmi negara dalam menyelaraskan jatuhnya hari besar keagamaan.

"Sidang ini juga akan mengumumkan kapan Hari Raya Iduladha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia," ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Proses penentuan kalender ini memadukan dua metode yang saling melengkapi, yakni hisab atau perhitungan astronomi dan pengamatan bulan atau hilal secara langsung di lapangan (rukyat). Pendekatan ganda tersebut dinilai sangat krusial untuk menghasilkan keputusan yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

"Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan," jelasnya.

Berdasarkan perhitungan awal dari tim ahli, posisi bulan pada 29 Zulkaidah 1447 H sejatinya sudah berada di titik terang dan memenuhi standar visibilitas Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

"Perhitungan menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat dan elongasi di atas 6,4 derajat, sehingga secara teori telah memenuhi kriteria imkan rukyat," paparnya.

Meski hitungan di atas kertas sudah menunjukkan tanda kemunculan bulan, ia mengingatkan bahwa data tersebut bersifat prediktif. Pemerintah tetap mewajibkan adanya verifikasi faktual di lapangan. Rangkaian kegiatan akan diawali dengan pemaparan data astronomi secara terbuka, dilanjutkan dengan penerimaan laporan pantauan dari berbagai titik di penjuru Indonesia, mulai dari ujung barat hingga timur.

"Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah," tegasnya.

Tahapan akhir dari forum pemantauan ini akan berpusat pada musyawarah bersama yang melibatkan perwakilan pemerintah, organisasi masyarakat Islam, serta para pakar astronomi.

"Selanjutnya, Menteri Agama akan memimpin sidang dengan mendengarkan pertimbangan para peserta sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi," pungkas Abu.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Kampus, Binawidya
wwwwww