Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
20 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
10 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
6
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Cendekia

Skandal Dana Desa Seret Nama Jaksa, Kajari Sampang hingga Padang Lawas Dicopot

Skandal Dana Desa Seret Nama Jaksa, Kajari Sampang hingga Padang Lawas Dicopot
Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin. (Foto: Kejaksaan Agung)
Rabu, 11 Februari 2026 19:45 WIB

JAKARTA – Jaksa Agung, ST Burhanuddin, melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Kejaksaan RI dengan memutasi 31 Kepala Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia. Langkah tegas ini menjadi sorotan karena sejumlah pejabat yang dicopot sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan internal terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan kutipan dana desa.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor KEP-IV-161/C/02/2026 tanggal Rabu (11/2/2026). Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, membenarkan adanya pergeseran posisi pimpinan di tingkat daerah tersebut.

"Benar ada mutasi," ujar Anang Supriatna saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Tiga nama yang menjadi sorotan utama dalam mutasi ini adalah Kajari Sampang, Kajari Magetan, dan Kajari Padang Lawas. Ketiganya dilaporkan sempat menjalani pemeriksaan intensif oleh internal Kejaksaan Agung sebelum surat keputusan pencopotan diterbitkan.

Dalam skema mutasi ini, Mochamad Iqbal ditunjuk mengisi posisi Kajari Sampang menggantikan Fadilah Helmi. Sabrul Iman kini menjabat sebagai Kajari Magetan menggantikan Dezi Septiapermana, sementara Hasbi Kurniawan menduduki kursi Kajari Padang Lawas menggantikan Soemarlin Halomoan Ritonga.

Hingga kini, Kejaksaan Agung belum memberikan penjelasan mengenai jabatan baru bagi Fadilah Helmi, Dezi Septiapermana, dan Soemarlin Halomoan setelah resmi dicopot dari posisinya.

Mutasi massal ini dipandang sebagai upaya penegakan disiplin di tengah isu integritas yang menerpa oknum jaksa di daerah. Publik kini menanti apakah langkah ini akan diikuti dengan sanksi hukum lebih lanjut bagi pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran, atau sekadar pergeseran administratif di internal organisasi.

Daftar 31 kepala kejaksaan negeri yang dilantik mencakup beberapa wilayah strategis lainnya seperti Surabaya, Garut, Jember, hingga Deli Serdang. Penempatan pejabat baru ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di daerah masing-masing.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Cendekia, Balai Kota
wwwwww