Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
19 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
9 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ancaman di Bawah Pemukiman Situjuah, Ahli Geologi Ingatkan Potensi Perluasan Sinkhole

Ancaman di Bawah Pemukiman Situjuah, Ahli Geologi Ingatkan Potensi Perluasan Sinkhole
Rabu, 11 Februari 2026 10:17 WIB

LIMA PULUH KOTA – Warga Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, kini dihantui ancaman dari bawah tanah. Fenomena tanah ambles atau sinkhole yang muncul sejak awal tahun di kawasan vulkanik ini diduga kuat dipicu oleh keberadaan sungai bawah tanah yang terus menggerus struktur tanah di bawah pemukiman.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut fenomena di Jorong Tepi ini sebagai pseudokarst atau kars semu. Hal ini menjadi perhatian serius karena skala lubang yang terbentuk jauh lebih besar daripada temuan-temuan sebelumnya di wilayah lain.

"Yang pernah kita temukan itu kecil dengan diameter 3 meter dan kedalaman 4 meter. Sementara sinkhole Situjuah berdiameter 7,4 meter dengan kedalaman mencapai 8 meter," jelas ahli geologi teknik Badan Geologi, Taufiq Wira Buana, Selasa (10/2/2026).

Tim peneliti kini tengah memacu pencarian titik koordinat sungai bawah tanah untuk memetakan radius bahaya. Keberadaan aliran air di bawah material endapan gunung api ini menjadi faktor utama yang membuat tanah kehilangan daya tumpunya secara tiba-tiba.

"Saat ini kami sedang fokus memastikan keberadaan sungai bawah tanah termasuk memastikan apa saja permasalahannya," ujar Taufiq Wira Buana.

Penelitian tahap kedua yang dijadwalkan rampung pada Rabu (11/2/2026) ini menggunakan perangkat canggih untuk mendeteksi rongga yang tersembunyi. Langkah ini sangat krusial mengingat adanya indikasi bahwa sinkhole Situjuah masih berpotensi melebar dan mengancam keamanan bangunan di sekitarnya.

Tim ahli juga telah mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium di Bandung guna memastikan asal-usul sumber air yang mengalir di bawah rongga tersebut. Data yang lebih presisi diharapkan dapat segera keluar untuk menentukan apakah warga di sekitar lokasi perlu direlokasi atau cukup dilakukan penguatan struktur tanah.

Ketidakpastian geologi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat setempat. Peneliti mengimbau warga untuk segera melaporkan jika menemukan retakan baru di sekitar lokasi amblesan agar mitigasi bencana dapat dilakukan secepat mungkin sebelum korban jiwa berjatuhan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww