Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
16 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
12 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
12 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Antara Nasionalisme dan Karier, WNI Kezia Syifa Pilih Gabung Garda Nasional AS

Antara Nasionalisme dan Karier, WNI Kezia Syifa Pilih Gabung Garda Nasional AS
WNI Kezia Syifa dalam proses pindah kewarganegaraan untuk gabung Garda Nasional AS
Rabu, 28 Januari 2026 12:00 WIB

JAKARTA – Sebuah keputusan besar diambil oleh Kezia Syifa, seorang pemuda asal Indonesia yang kini memilih mengabdikan dirinya untuk militer Amerika Serikat. Demi mengejar cita-cita di Maryland Army National Guard, Syifa kini sedang menempuh proses perpindahan kewarganegaraan yang mengharuskannya melepas status Warga Negara Indonesia (WNI).

Langkah Syifa menjadi perbincangan setelah potretnya mengenakan seragam bertuliskan US Army viral di media sosial. Sang ibunda, Safitri, membenarkan bahwa putrinya saat ini tengah menjalani pendidikan keras sebagai anggota Garda Nasional setelah lulus sekolah di Amerika Serikat pada 2025 lalu.

Menurut Safitri, keputusan untuk pindah kewarganegaraan dijalani Syifa tanpa keraguan. Baginya, ini adalah bagian dari kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku bagi personel militer di negara adidaya tersebut.

"Syifa sendiri dia tidak ada masalah karena Syifa memang mengikuti hukum yang berlaku. Untuk saat ini Syifa tidak merasa berat," ujar Safitri, Kamis (22/1/2026).

Awalnya, Syifa mendaftar ke satuan militer tersebut menggunakan status penduduk tetap (permanent resident) atau Green Card yang masih berstatus WNI. Namun, secara otomatis, kelulusannya dalam seleksi militer AS memicu proses naturalisasi menjadi warga negara Amerika Serikat.

Dorongan untuk bergabung dengan militer muncul dari keinginan Syifa untuk hidup mandiri dan bertanggung jawab atas masa depannya sendiri. Setelah menetap di Amerika sejak 2023, ia merasa karier di bidang militer adalah jalan terbaik untuk membanggakan orang tua, meskipun harus berganti identitas negara.

Keluarga tak menampik sempat ada rasa was-was ketika Syifa menyatakan ingin masuk barisan tentara. Namun, kekhawatiran itu mereda setelah mengetahui peran Syifa yang lebih banyak bergerak di sektor dukungan teknis.

"Awalnya memang ada rasa kekhawatiran dan cemas, tapi setelah kita mencari informasi, posisi Syifa di bidang administrasi dan logistik," tambah Safitri.

Kini, Syifa sedang dalam transisi meninggalkan identitas lamanya demi janji setia pada bendera baru. Kisahnya menjadi potret bagaimana anak muda Indonesia di perantauan menentukan jalan hidup dan loyalitas profesionalnya di kancah global.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Kuliner, Balai Kota, Parlemen
wwwwww