Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
13 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
17 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
13 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Nestapa Penjual Es Busa Bojonggede, Dituduh Jual Spons Hingga Diduga Dianiaya Oknum

Nestapa Penjual Es Busa Bojonggede, Dituduh Jual Spons Hingga Diduga Dianiaya Oknum
Rabu, 28 Januari 2026 09:48 WIB

BOGOR – Suderajat, seorang pria paruh baya yang menggantungkan hidup dengan berjualan es busa keliling, harus menelan pil pahit. Niat hati mencari nafkah hingga ke Kemayoran, Jakarta Pusat, ia justru berakhir di balik jeruji besi dan pulang ke rumah dalam kondisi fisik yang memprihatinkan pada Minggu (25/1/2026).

Kepulangan Suderajat pukul 04.00 WIB dini hari itu menyisakan luka bagi keluarganya di Bojonggede. Zaitun, putri Suderajat, mendapati ayahnya tidak berdaya dan mengaku telah mengalami kekerasan fisik selama masa penahanan di kantor polisi.

"Gelap lukanya ga keliatan. Dia lemes langsung tidur, dipukulin polisi katanya. Awalnya ga percaya, eh tiba-tiba ada viral," tutur Zaitun, Selasa (27/1/2026).

Kecurigaan keluarga bermula ketika Suderajat yang biasanya turun di Stasiun Citayam pukul 16.00 WIB, tidak kunjung menampakkan batang hidungnya. Kekhawatiran Zaitun dan ibunya memuncak hingga mereka menyisir area stasiun, namun hasilnya nihil. Ternyata, Suderajat ditahan akibat tuduhan tak berdasar bahwa es dagangannya terbuat dari spons atau busa pencuci piring.

Zaitun menegaskan bahwa tuduhan tersebut muncul karena ketidaktahuan atas karakteristik produk es kue. Ia menjelaskan bahwa tekstur es akan berubah menjadi lembek dan kenyal secara alami saat suhu dinginnya hilang, namun tetap aman untuk dikonsumsi.

"Kesel banget sih, padahal ga dari spons. Karena kaya gitu kalau udah kering, kalau udah gak dingin lagi," jelas Zaitun dengan nada kecewa.

Meski sang ayah pulang membawa trauma dan rasa sakit, Zaitun menunjukkan kedewasaan luar biasa dengan memilih memaafkan perlakuan aparat. Baginya, melihat sang ayah kembali ke rumah sudah merupakan kelegaan tersendiri di tengah tuduhan keji yang viral di media sosial.

"Dimaafkan aja menurut aku, ga gimana-mana, nanti diganti lebih baik lagi," pungkasnya.

Hingga kini, kasus salah tuduh yang berujung dugaan kekerasan ini menjadi sorotan tajam netizen yang bersimpati pada nasib pedagang kecil seperti Suderajat.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww