Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
21 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
21 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
18 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Purbaya Ungkap Dana Bantuan Sumatra dari Pemangkasan “Rapat Gak Jelas”

Purbaya Ungkap Dana Bantuan Sumatra dari Pemangkasan “Rapat Gak Jelas”
Menteri Keuangan Purbaya
Jum'at, 12 Desember 2025 05:21 WIB

JAKARTA – Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) sekaligus tokoh ekonomi nasional, Purbaya, memantik perhatian luas setelah mengungkap bahwa dana bantuan bencana untuk wilayah Sumatera sebesar Rp60 triliun diperoleh dari efisiensi internal pemerintah, terutama pemangkasan kegiatan dan rapat yang dinilainya “gak jelas”.

Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers terbaru mengenai kesiapan pemerintah merespons bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Bukan besarnya anggaran yang menjadi sorotan publik, melainkan sumber penghematan yang dinilai membuka tabir pemborosan birokrasi.

“Jadi kita bukan potong anggaran ya, efisiensi,” ujar Purbaya.

“Sudah kita lihat ada sekitar Rp60 triliun. Jadi gak usah terlalu khawatir, anggarannya ada. Bukan dari potongan anggaran tapi dari mengurangi kegiatan-kegiatan yang gak jelas, rapat gak jelas. Yang jelas sih gak apa-apa ya.”

Pernyataan tersebut langsung memicu diskusi tentang budaya penggunaan anggaran negara. Banyak pihak menafsirkan ucapan Purbaya sebagai sinyal bahwa selama ini terdapat alokasi besar untuk kegiatan yang tidak memberikan dampak nyata, terutama seremoni birokrasi yang kerap menguras anggaran.

Dari sudut kebijakan, Purbaya memastikan dana efisiensi tersebut akan digunakan untuk mempercepat penanganan bencana di Sumatera. Alokasi mencakup kebutuhan logistik, rekonstruksi infrastruktur, penyediaan hunian sementara, hingga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

“Ini untuk rakyat. Kita ingin pastikan masyarakat Sumatera yang terdampak bencana mendapatkan penanganan maksimal,” tegasnya.

“Efisiensi bukan sekadar hemat, tetapi memastikan anggaran negara digunakan untuk hal yang betul-betul bermanfaat.”

Namun, istilah “rapat gak jelas” segera menjadi titik bahasan publik. Sejumlah analis menilai pernyataan itu mengungkap masalah klasik: anggaran kegiatan pemerintah yang besar namun minim hasil. Efisiensi Rp60 triliun memunculkan pertanyaan baru mengenai seberapa besar pos kegiatan serupa selama ini terserap tanpa menghasilkan manfaat signifikan.

Di sisi lain, langkah penghematan disambut positif oleh berbagai kalangan. Pemangkasan aktivitas internal dianggap tepat dalam situasi darurat bencana, terutama ketika kebutuhan masyarakat jauh lebih mendesak dibanding kegiatan administratif.

Saat ini pemerintah tengah menyusun mekanisme penyaluran dana secara rinci. Purbaya menegaskan bahwa setiap tahap distribusi akan berada di bawah pengawasan ketat melalui proses audit.

“Kita ingin transparansi di semua lini, agar anggaran sebesar ini tidak jatuh ke tangan yang salah,” jelasnya.

Pemerintah berharap upaya efisiensi ini tidak hanya mempercepat pemulihan Sumatera, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk pembenahan tata kelola anggaran negara agar lebih bersih, efektif, dan berpihak kepada masyarakat luas. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww