Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
8 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
8 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
9 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
6
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Nasional
10 jam yang lalu
Foto Gibran Dicopot Massa di DPRD DIY, Politikus PDIP Ungkap Manipulasi Konstitusi
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Tiga Pilar Absen Lawan Persebaya, Arema FC Krisis Pemain

Tiga Pilar Absen Lawan Persebaya, Arema FC Krisis Pemain
Pelatih Arema FC Marcos Santos. (Ileague.id)
Rabu, 19 November 2025 18:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MALANG - Arema FC akan mengarungi pekan ke-13 BRI Super League 2025/26 dengan kondisi jauh dari ideal. Tim akan menjalani laga tandang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (22/11) sore.

Sebab tiga pemain pilar dipastikan absen, membuat pelatih Marcos Santos harus memutar otak. Mulai dari absennya Arkhan Fikri yang tengah memperkuat Timnas U22 Indonesia, dua gelandang lainnya, Bayu Setiawan dan Julian Guevara, juga tidak bisa dimainkan karena masih menjalani sanksi tiga pertandingan usai menerima kartu merah langsung.

“Jadi masing-masing kena larangan bermain 3 pertandingan. Kemudian Arkhan masih memperkuat timnas, jadi kemungkinan juga tidak bisa dimainkan,” kata pelatih asal Brasil itu.

Selain itu Arema FC juga tengah krisis di posisi bek sayap setelah Achmad Maulana mengalami cedera ACL. Kini hanya tersisa dua bek murni Rifad Marasabessy dan Johan Ahmad Farisi.

“Kita akan memainkan pemain yang siap untuk laga menghadapi Persebaya. Kami optimis bisa mencuri poin di sana, tapi sekarang kami persiapkan dulu strategi yang matang,” imbuhnya.

Untuk itu bermain di hadapan ribuan Bonek, dia menginginkan skuatnya benar-benar menjaga emosi. Apalagi Arema FC dan Persebaya menjadi dua tim dengan koleksi kartu merah terbanyak, membuat risiko bermain dengan 10 pemain sangat besar.

“Saya sudah bicara dengan para pemain agar tidak melakukan pelanggaran yang menyebabkan kartu merah. Karena jika mereka mendapat itu, tentu akan merugikan tim,” pungkas Marcos Santos.

Sementara itu dalam lima laga terakhir BRI Super League 2025/26, Arema FC tampil lebih produktif dan agresif dibanding Persebaya. Tim mencetak tujuh gol dan meraih tujuh poin, meski juga kebobolan sembilan gol akibat rapuhnya lini belakang.

Namun catatan head to head memperlihatkan dominasi kuat Persebaya sejak musim 2022. Dengan meraih lima kemenangan dan satu imbang dalam enam pertemuan terakhir sedangkan tim berjuluk Singo Edan belum sekalipun menang dalam periode itu.

Saat ini kedua tim sama-sama mengoleksi 15 poin. Kemenangan di GBT akan membuka jalan bagi Arema FC untuk menyalip Persebaya sekaligus berpotensi mematahkan kutukan panjang dalam derby. ***

wwwwww