Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
21 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
40 menit yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Airlangga Pastikan Masih Kuat di Level 5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Airlangga Pastikan Masih Kuat di Level 5 Persen
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (foto: rmol/alifia dwi ramandhita)
Rabu, 05 November 2025 17:39 WIB
JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2025 tercatat sebesar 5,04 persen secara tahunan (year on year). Meski sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,12 persen, pemerintah menilai capaian itu masih menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global yang tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa perlambatan kecil tersebut tidak mengubah arah positif perekonomian Indonesia. Ia menilai, pertumbuhan di atas 5 persen merupakan capaian yang solid di tengah situasi ekonomi global yang cenderung melemah.

“Angka 5,04 persen itu artinya ekonomi kita masih bisa dijaga di level 5 persen. Dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, kondisi ini jauh lebih baik,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya, Rabu (5/11/2025).

Untuk menjaga momentum pertumbuhan di kuartal terakhir tahun ini, pemerintah menyiapkan langkah percepatan dengan mendorong konsumsi masyarakat serta memperkuat sektor riil. Salah satu fokus utamanya adalah penyaluran bantuan sosial (bansos) bernilai hampir Rp30 triliun yang diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.

“Kita akan tingkatkan kembali ekonomi di kuartal IV. Nilai bansos hampir Rp30 triliun, dan biasanya konsumsi akan naik tajam di periode ini,” kata Airlangga.

Selain melalui bansos, pemerintah juga mengandalkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat sektor produktif. Airlangga mengungkapkan bahwa dana KUR yang masih tersedia mencapai sekitar Rp50 triliun dan bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan usaha kecil dan menengah.

“Kita sudah hitung total stimulus mencapai Rp80 triliun, terdiri dari Rp30 triliun bansos dan Rp50 triliun dari KUR. Dengan ini, sektor ekonomi bisa terdorong lebih kuat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hingga kini telah disalurkan KUR kepada 800 ribu debitur dengan rata-rata pinjaman Rp50 juta per orang, sehingga total pembiayaan yang beredar mencapai Rp40 triliun. “Kalau semuanya berjalan optimal, pergerakan ekonomi di lapangan akan semakin terasa,” tambahnya.

Dengan kombinasi stimulus fiskal dan peningkatan aktivitas konsumsi, Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali menguat di kuartal IV dan menjaga target pertumbuhan tahunan di kisaran 5,2 persen.

“Kita masih on track. Saya yakin di kuartal IV nanti pertumbuhan ekonomi akan meningkat,” tandasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Kabar Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww