Kasus Siswi SD di Palembang Bermata Lebam, Guru dan Kepala Sekolah Sama-Sama Kaget
![]() |
| Kepala Sekolah SDN 150 Palembang memberikan pernyataan terkait viralnya salah satu murid kelas 1 yang matanya merah dan lebam, Senin (3/11/2025), bantah ada kekerasan. |
PALEMBANG – Seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kota Palembang, Sumatra Selatan, berinisial F (7), pulang sekolah dengan kondisi mata lebam dan merah. Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/10/2025) itu viral di media sosial setelah sang ibu, Sukirnawati (40), melaporkannya ke pihak kepolisian karena diduga anaknya dipukul guru.
Namun, di balik kabar tersebut, pihak sekolah mengaku sama sekali tidak menyangka peristiwa itu bisa terjadi. Kepala Sekolah, Eka Okta Nugraha, mengatakan ia baru mengetahui kabar itu dari orang tua korban dan merasa terkejut karena selama ini tidak ada guru di sekolahnya yang mengenakan perhiasan seperti cincin.
“Saya juga kaget dengar berita itu. Guru di sekolah kami tidak ada yang memakai cincin,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Senin (3/11/2025).
Eka menjelaskan, pada hari kejadian, wali kelas F sedang izin dan digantikan oleh seorang guru pengganti. Menurutnya, guru pengganti itu juga tidak mengenakan cincin ataupun melakukan tindakan kasar terhadap murid.
“Wali kelasnya izin hari itu, jadi yang masuk guru pengganti. Tapi guru pengganti juga tidak pakai cincin, jadi kami masih menelusuri apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.
Eka menambahkan, berdasarkan keterangan salah satu guru, F sudah datang ke sekolah dengan mata yang tampak sedikit merah. Namun kondisi itu belum separah ketika ia dijemput pulang oleh ibunya.
“Informasinya, waktu datang memang sudah ada sedikit merah di sebelah matanya. Belum lebam seperti sekarang,” ujarnya.
Setelah peristiwa itu, ibu korban langsung membawa F ke puskesmas karena panik melihat kondisi anaknya yang memburuk. Sehari kemudian, Sukirnawati datang ke sekolah untuk memberikan surat rujukan medis sekaligus memberitahu bahwa anaknya belum bisa masuk sekolah.
“Selasa ibu korban datang membawa surat dari puskesmas dan izin anaknya tidak masuk. Kami juga menunggu hasil pemeriksaan medis dan kepolisian,” kata Eka.
Kini, kasus ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian untuk memastikan apakah benar ada unsur kekerasan atau ada penyebab lain yang membuat mata siswi tersebut lebam.
Pihak sekolah pun menyatakan siap bekerja sama dalam penyelidikan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum. “Kami serahkan ke kepolisian agar terang benderang. Kami juga berkoordinasi dengan guru dan saksi yang ada di sekolah,” tambah Eka.
Sementara itu, sejumlah orang tua murid berharap kasus ini bisa segera terungkap agar tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah. Mereka juga meminta agar komunikasi antara guru dan orang tua ditingkatkan untuk menghindari kesalahpahaman serupa di kemudian hari.
Insiden ini menjadi sorotan publik karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan anak di lingkungan pendidikan dasar. Banyak pihak menilai kasus ini perlu ditangani hati-hati, agar keadilan bisa berpihak pada kebenaran—baik untuk anak maupun pihak sekolah. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Hukum |








