Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
20 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
9 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Mandor Asal China Tewas Dikeroyok di Morowali, Soroti Retaknya Hubungan Pekerja Lokal dan Asing

Mandor Asal China Tewas Dikeroyok di Morowali, Soroti Retaknya Hubungan Pekerja Lokal dan Asing
Senin, 27 Oktober 2025 19:30 WIB

MOROWALI – Sebuah insiden tragis mengguncang kawasan industri PT Fajar Metal Industry (FMI) di Morowali, Sulawesi Tengah. Seorang mandor asal China dilaporkan tewas usai dikeroyok sejumlah pekerja dalam peristiwa yang diduga dipicu oleh konflik di tempat kerja.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (22/10/2025) di area PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Namun, kabar tersebut baru mencuat ke publik setelah video yang menampilkan dugaan pengeroyokan tersebar luas di media sosial pada Senin (27/10/2025).

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria yang disebut sebagai mandor tenaga kerja asing (TKA) tengah dikeroyok sejumlah pekerja hingga tak berdaya. Peristiwa tersebut disebut berawal dari pertengkaran antara korban dengan pekerja baru yang ditegur keras karena tidak mengikuti instruksi kerja. Cekcok itu berubah menjadi amukan massal yang berujung maut.

Kepolisian masih menelusuri kebenaran video tersebut. Kapolsek Bahodopi, Ipda Ewaldo Tasmi, mengonfirmasi bahwa hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk. “Kami masih mengumpulkan keterangan dan memverifikasi lokasi serta korban dalam video itu. Belum ada laporan tertulis yang bisa dijadikan dasar penyelidikan,” katanya, Senin (27/10/2025). 

Ketiadaan laporan resmi membuat proses hukum sementara terhenti, meski isu ini telah menjadi perbincangan luas di masyarakat. Publik pun mempertanyakan lambannya penanganan kasus yang terjadi di kawasan industri berskala nasional itu.

Sementara itu, pengamat ketenagakerjaan Isram Said Lolo menilai insiden tersebut menggambarkan lemahnya sistem pengawasan di lapangan dan minimnya komunikasi antara tenaga kerja lokal dan asing. “Kita melihat ada jurang sosial dan kultural yang belum dijembatani. Jika dibiarkan, gesekan semacam ini akan terus berulang,” ujarnya. 

Isram menekankan pentingnya pemerintah daerah dan pengelola kawasan industri memperketat pengawasan serta membangun sistem perlindungan tenaga kerja yang adil bagi semua pihak. “Kawasan industri seharusnya menjadi tempat yang aman untuk bekerja, bukan zona rawan konflik. Negara harus hadir menjamin rasa aman pekerja, baik warga lokal maupun asing,” tegasnya.

Kawasan industri Morowali yang dikenal sebagai pusat produksi nikel terbesar di Indonesia memang kerap diwarnai insiden antara pekerja asing dan lokal. Banyak pihak menilai hal ini disebabkan oleh minimnya pelatihan budaya kerja bersama serta lemahnya mekanisme penyelesaian konflik di tingkat perusahaan.

Tragedi ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengawasan dan sistem ketenagakerjaan di kawasan industri strategis. “Kalau sistem pengawasan dan komunikasi tidak diperkuat, insiden seperti ini hanya tinggal menunggu waktu untuk terulang,” kata Isram.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Fajar Metal Industry terkait peristiwa tersebut. Polisi juga masih menunggu laporan formal untuk memulai penyelidikan secara hukum.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa kemajuan industri tidak hanya diukur dari nilai investasi, tetapi juga dari bagaimana keamanan dan keadilan bagi tenaga kerja dijaga. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww