Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
4
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
5
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
2 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Purbaya Ingin Disiplin Anggaran, Luhut Dorong Pertumbuhan Rakyat

Purbaya Ingin Disiplin Anggaran, Luhut Dorong Pertumbuhan Rakyat
Senin, 06 Oktober 2025 09:35 WIB
JAKARTA – Perbedaan pandangan antara Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengenai anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka diskusi lebih luas tentang arah kebijakan fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menegaskan akan tetap memotong anggaran MBG yang tidak terserap hingga akhir Oktober 2025. “Kalau anggarannya enggak nyerap, kami potong juga,” ujarnya di Jakarta, Minggu (5/10/2025). Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga efisiensi dan disiplin keuangan negara di tengah tekanan ekonomi global.

Sebaliknya, Luhut meminta agar pemotongan tidak dilakukan terburu-buru. Menurutnya, serapan anggaran MBG menunjukkan peningkatan signifikan dan mulai memberi dampak ekonomi riil di masyarakat. “Penyerapannya kelihatan sangat membaik, jadi Menteri Keuangan tidak perlu cepat-cepat menarik dana itu,” katanya, Jumat (3/10/2025).

Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melaporkan serapan dana MBG telah mencapai Rp21,46 triliun hingga awal Oktober, dengan potensi tambahan Rp28 triliun dari dana standby nasional. Ia menilai dana ini berperan besar dalam menggerakkan ekonomi lokal, terutama di sektor pangan dan usaha kecil.

Analis ekonomi menilai perbedaan pandangan dua pejabat ini mencerminkan dilema klasik kebijakan fiskal: menyeimbangkan antara pengendalian anggaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Purbaya berfokus pada tata kelola keuangan negara, sedangkan Luhut melihat potensi program MBG sebagai stimulus ekonomi jangka pendek.

Di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu, langkah Prabowo untuk menjaga keduanya tetap selaras menjadi kunci. Efisiensi anggaran memang penting, namun program rakyat seperti MBG menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Polemik ini akhirnya menggambarkan wajah kebijakan fiskal era Prabowo: hati-hati, terukur, tetapi tetap berpihak pada rakyat kecil. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Balai Kota
wwwwww