Dari Perut Bumi Papua, Lima Pekerja Gugur Demi Energi Negeri
![]() |
| Freeport Proses evakuasi tujuh pekerja PT Freeport Indonesia yang tertimbun. |
Tim tanggap darurat PT Freeport Indonesia (PTFI) berhasil mengevakuasi seluruh korban pada Senin (6/10/2025) dini hari. Kapolsek Tembagapura, Iptu Firman, menyebut empat korban diterbangkan ke Jakarta, sementara satu orang dimakamkan di Kuala Kencana. “Semuanya sudah dibawa ke Timika tadi pagi. Satu orang dikubur di Kuala Kencana, sedangkan empat orang diterbangkan ke Jakarta hari ini juga,” ujarnya.
Kelima korban itu adalah Victor Manuel Bastida Ballesteros asal Chili, Balisang Telile asal Afrika, Holong Gembira Silaban, Dadang Hermanto, dan Zaverius Magai. Mereka merupakan karyawan PT Redpath Indonesia, kontraktor tambang bawah tanah Freeport.
Tragedi ini bukan sekadar catatan kecelakaan kerja. Ia menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap ekspor mineral dan besarnya sumbangan devisa negara, ada tenaga manusia yang mempertaruhkan hidup di kedalaman ratusan meter di bawah tanah. Mereka bekerja dalam diam, jauh dari sorotan publik, namun hasil keringatnya menopang ekonomi nasional.
“Keselamatan mereka adalah harga mati. Negara harus memastikan perlindungan yang layak bagi para pekerja tambang, termasuk transparansi dalam setiap insiden,” ujar seorang pemerhati ketenagakerjaan.
Kini, setelah evakuasi selesai, perhatian publik beralih pada tanggung jawab moral dan institusional: bagaimana memastikan tragedi serupa tidak terulang. Sebab di balik setiap bongkahan tembaga dan emas dari Papua, tersimpan kisah perjuangan para pekerja yang menjadi pahlawan tanpa nama bagi negeri ini. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Warga Bertuah |











