Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
7 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
4 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Polemik Data Subsidi Bikin Rakyat Bingung, Siapa yang Benar Bahlil atau Purbaya

Polemik Data Subsidi Bikin Rakyat Bingung, Siapa yang Benar Bahlil atau Purbaya
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (foto: instagram rmol)
Sabtu, 04 Oktober 2025 10:43 WIB
JAKARTA – Perdebatan terbuka antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal data subsidi energi membuat publik bingung. Bagi masyarakat kecil, yang terpenting bukan soal angka di atas kertas, melainkan kepastian harga energi yang semakin hari terasa kian menekan.

Purbaya sebelumnya menyebut harga keekonomian LPG 3 kg mencapai Rp42.750 per tabung. Sementara masyarakat hanya membayar Rp12.750, sehingga ada selisih sekitar Rp30 ribu yang ditanggung negara. Pernyataan itu menuai simpati warganet yang menilai datanya lebih kredibel.

Namun, Bahlil menolak anggapan tersebut. Ia menyebut data subsidi masih difinalisasi bersama BPS dan BPH Migas. “Mungkin Menkeu salah baca data. Mungkin beliau belum dapat masukan yang tepat dari Dirjen maupun timnya,” kata Bahlil di Kantor BPH Migas, Kamis (2/10/2025).

Sikap saling bantah antarmenteri ini justru membuat rakyat kian resah. Warganet memenuhi kolom komentar dengan pernyataan dukungan kepada Purbaya sekaligus sindiran keras kepada Bahlil. Tidak sedikit pula yang meminta agar kursi Menteri ESDM segera diganti.

Bagi masyarakat kecil, LPG 3 kg adalah kebutuhan pokok. Setiap ketidakpastian soal subsidi menimbulkan kekhawatiran apakah harga bisa tetap terjangkau. Polemik ini pun memperlihatkan bahwa pertarungan angka di tingkat elite berimbas langsung pada keresahan dapur rakyat. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww