Dulu Naik lewat Kudeta, Kini Rajoelina Hadapi Tuntutan Mundur
![]() |
| Presiden Madagaskar Andry Rajoelina (foto: facebook andry rajoelina) |
Ribuan orang, sebagian besar dari kelompok “Gen Z”, terus memenuhi jalanan Antananarivo sejak 25 September. Mereka menilai Rajoelina gagal menyediakan layanan dasar seperti air dan listrik. Data PBB mencatat sedikitnya 22 orang tewas akibat bentrokan dengan aparat.
Dalam pidato di Facebook, Rajoelina menolak mundur. Ia menuduh protes dimanfaatkan untuk menggulingkan pemerintah. “Beberapa orang ingin menghancurkan negara kita,” ujarnya tanpa menyebut nama.
Namun tuduhan itu ditolak mentah-mentah oleh Gerakan Gen Z. Mereka menilai presiden sedang mengulang retorika lama untuk bertahan di kursi kekuasaan. “Pidato itu tidak masuk akal,” tegas pernyataan kelompok tersebut, sembari memberi ultimatum 24 jam bagi pemerintah untuk merespons tuntutan rakyat.
Rajoelina, yang terpilih lewat pemilu 2018 dan kembali menang pada 2023, kini menghadapi krisis legitimasi. Ironinya, krisis ini mencerminkan roda politik yang berputar: dari seorang pemimpin muda yang dulu menjatuhkan rezim lewat jalanan, kini ia berhadapan dengan generasi baru yang menuntut hal serupa terhadap dirinya.
Dengan korban jiwa yang terus bertambah, Madagaskar berada di persimpangan. Sejarah yang dulu melambungkan Rajoelina kini berpotensi menjadi bayangan yang menyeretnya keluar dari kekuasaan. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Kuliner, Warga Bertuah, Balai Kota |











