Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
8 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
5 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
5 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Ribuan Pekerja Puncak Kehilangan Penghasilan Akibat Penyegelan Wisata

Ribuan Pekerja Puncak Kehilangan Penghasilan Akibat Penyegelan Wisata
Pemasangan plang dalam pengawasan dan garis polisi di salah satu bangunan kawasan Eiger Adventure Land, Puncak Bogor. (dok. liputan6.com/dinny mutiah)
Sabtu, 04 Oktober 2025 10:52 WIB
JAKARTA – Kebijakan penyegelan sejumlah tempat wisata di kawasan Puncak, Bogor, oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Tidak kurang dari 2.300 pekerja kini kehilangan pekerjaan, memaksa ribuan keluarga menghadapi masa depan penuh ketidakpastian.

Aliansi Masyarakat Bogor Selatan mencatat, pekerja yang terdampak berasal dari berbagai sektor, mulai dari karyawan hotel, pengelola objek wisata, pedagang kuliner, hingga penyedia jasa transportasi. Penyegelan membuat denyut ekonomi kawasan yang bergantung pada wisata tiba-tiba terhenti.

Anggota DPR Fraksi Gerindra, Mulyadi, menilai keputusan tersebut terlalu terburu-buru tanpa memperhitungkan nasib rakyat kecil. “Jangan membunuh mata pencaharian mereka. Pondasi ekonomi Bogor Selatan adalah sektor wisata, bukan tambang atau industri besar,” tegasnya, Sabtu (4/10/2025).

Ia menambahkan, wisata alam di Puncak tidak hanya menciptakan lapangan kerja langsung, tetapi juga menghidupkan rantai ekonomi lain, mulai dari petani sayuran, pedagang buah, hingga UMKM penyedia suvenir. “Kalau wisata mati, maka semua sektor ikut terdampak,” jelasnya.

Bagi ribuan pekerja yang kini menganggur, persoalan lingkungan mungkin terasa jauh. Yang paling mendesak adalah bagaimana memenuhi kebutuhan harian keluarga mereka. Dari dapur yang sepi hingga anak-anak yang kehilangan biaya sekolah, kebijakan ini meninggalkan luka sosial yang dalam.

Tragedi PHK massal di Puncak memperlihatkan satu hal: kebijakan yang tidak sensitif pada rakyat bisa mengubah wajah indah pegunungan menjadi cerita getir tentang kehilangan pekerjaan dan harapan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Balai Kota
wwwwww