Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
5 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Lifter Indonesia Mencari Jati Diri dan Menunggu Ketok Palu Kelas Olimpiade di Norwegia

Lifter Indonesia Mencari Jati Diri dan Menunggu Ketok Palu Kelas Olimpiade di Norwegia
Timnas Angkat Besi Indonesia. (PB PABSI/Hadi Wihardja)
Sabtu, 27 September 2025 20:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Penampilan Timnas Angkat Besi Indonesia pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi yang bertajuk IWF World Championship 2025 yang berlangsung di Norwegia, 2-11 Oktober 2025, sangat krusial. Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Pekumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PP PABSI), Hadi Wihardja OLY dalam perbincangan di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Kenapa demikian? Hadi, panggilan karibnya, menyebut sebanyak 10 atlet angkat besi yang tampil membela Merah Putih tersebut akan mencari jati diri dimana mereka akan tampil di kelas-kelas barunya. Contohnya, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 Rizky Juniansyah yang akan naik dari kelas 73kg menjadi 79kg. Begitu juga dengan peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2021 Rahmat Erwin Abdullah yang kelas spesialisasinya 73kg naik ke kelas 69kg.

Hal yang sama juga dialami atlet angkat besi senior peraih dua medali perunggu (Beijing 2008 dan London 2012) dan dua medali perak (Rio 2016 dan Tokyo 2020), Eko Yuli Irawan. Semula, Eko berada di kelas 61kg naik ke kelas 65kg. Terakhir,  lifter putri Natasya Betayeb yang menduduki peringkat ke-6 dunia dari kelas 59kg turun ke kelas 58kg.

“Kalau saya bisa menyebut penampilan Rizky Juniansyah, Rahmat, Eko, dan Betayeb pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Norwegia dalam rangka mencari jati diri. Karena, mereka akan menjajaki sekaligus melihat posisi peringkatnya di kelas barunya,” kata Hadi Wihardja.

“Khusus Rizky dan  Rahmat dipastikan akan mendapatkan persaingan keras mengingat lifter-lifter yang berada di kelas 81kg juga banyak memilih turun di kelas 69kg.  Begitu juga Eko yang akan bersaing di kelas 65kg,” tambahnya.

Apa yang disebut Hadi Wihardja ini juga diakui pelatih Rizky Juniansyah, Triyatno OLY. “Ya, Rizky pasti akan bersaing ketat di kelas barunya. Mudah-mudahan dia mampu meraih prestasi di Norwegia nanti,” timpal Triyatno yang merupakan peraih medali perak Olimpiade Beijing 2018 dan perunggu Olimpiade London 2012.

Hal krusial lain yang kemungkinan akan terjadi, kata Hadi Wihardja, Kongres Tahunan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) yang akan berlangsung awal Oktober 2025 nanti bisa jadi menentukan kelas-kelas yang akan dipertandingkan pada Olimpiade Los Angeles 2028.

“Di Olimpiade Los Angeles 2028 nanti IWF memang sudah memastikan cabang angkat besi akan memperebutkan 12 medali emas terdiri dari 6 kelas putra dan 6 kelas putri. Jumlah ini meningkat dibandingkan Olimpiade Paris 2024 dimana hanya 10 medali emas (5 kelas putra dan 5 kelas putri). Hanya saja, kelasnya belum ditentukan. Kemungkinan di Kongres IWF awal Oktober di ketuk palu atau di Kongres IWF Desember 2025 nanti,” jelasnya.    

Skuad Timnas Angkat Besi Indonesia ke IWF World Championship 2025:

Atlet Angkat Besi Putri:

1. Basilia Bamerop Ninggan (53kg)

2. Natasya Betayeb (58kg)

3. Nadita Aprilia (63kg)

4. Juliana Klarissa (65kg)

5. Indah Apriza (69kg)

Atlet Angkat Besi Putra:

1. Eko Yuli Irawan (65kg)

2. Leonardo Giovani Adventino (65kg)

3. Ardaraya (71kg)

4. Rahmat Erwin Abdullah (79kg)

5. Rizky Juniansyah (79kg). ***

wwwwww