Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
9 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
8 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
6
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
7 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Home  /  Berita  /  Parlemen

BEM SI Konsolidasi, Ancaman Aksi Susulan Jika Tuntutan 17+8 Diabaikan

BEM SI Konsolidasi, Ancaman Aksi Susulan Jika Tuntutan 17+8 Diabaikan
Minggu, 07 September 2025 09:40 WIB

JAKARTA – Gelombang protes mahasiswa belum usai. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menegaskan akan terus mengawal tuntutan 17+8 yang disuarakan bersama elemen masyarakat. Jika tidak ada langkah nyata dari pemerintah dan DPR, aksi lanjutan disebut tak terhindarkan.

Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menyebut konsolidasi internal sedang dilakukan untuk menentukan strategi berikutnya.

“Ya ada kemungkinan aksi lanjutan, tergantung hasil diskusi konsolidasi kawan-kawan,” katanya, Sabtu (6/9/2025).

Hal senada diungkap Koordinator Media BEM SI, Teo Ramadhan, yang menegaskan konsolidasi saat ini berfokus pada tindak lanjut aksi sebelumnya.

“Kita akan melakukan konsolidasi lebih lanjut sebagai langkah pengawalan,” ujarnya.

BEM SI menegaskan, tuntutan 17+8 bukan hanya ditujukan kepada DPR, tetapi juga ke seluruh lembaga negara. Mahasiswa menganggap poin-poin itu harus dijadikan acuan dalam menilai komitmen pemerintah terhadap transparansi, reformasi, dan keberpihakan pada rakyat. 

Seperti diketahui, 17 tuntutan mendesak diberi tenggat 5 September 2025, mulai dari penghentian represifitas aparat, transparansi anggaran, hingga jaminan upah layak buruh. Sementara delapan tuntutan jangka panjang diberi waktu hingga 31 Agustus 2026, mencakup reformasi DPR, partai politik, hingga kebijakan ekonomi nasional.

Bagi mahasiswa, pemenuhan tuntutan ini akan menjadi ukuran sejauh mana negara benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Jika diabaikan, BEM SI menegaskan jalan aksi massa tetap terbuka. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Parlemen, Hukum
wwwwww