BEM SI Konsolidasi, Ancaman Aksi Susulan Jika Tuntutan 17+8 Diabaikan
![]() |
JAKARTA – Gelombang protes mahasiswa belum usai. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menegaskan akan terus mengawal tuntutan 17+8 yang disuarakan bersama elemen masyarakat. Jika tidak ada langkah nyata dari pemerintah dan DPR, aksi lanjutan disebut tak terhindarkan.
Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menyebut konsolidasi internal sedang dilakukan untuk menentukan strategi berikutnya.
“Ya ada kemungkinan aksi lanjutan, tergantung hasil diskusi konsolidasi kawan-kawan,” katanya, Sabtu (6/9/2025).
Hal senada diungkap Koordinator Media BEM SI, Teo Ramadhan, yang menegaskan konsolidasi saat ini berfokus pada tindak lanjut aksi sebelumnya.
“Kita akan melakukan konsolidasi lebih lanjut sebagai langkah pengawalan,” ujarnya.
BEM SI menegaskan, tuntutan 17+8 bukan hanya ditujukan kepada DPR, tetapi juga ke seluruh lembaga negara. Mahasiswa menganggap poin-poin itu harus dijadikan acuan dalam menilai komitmen pemerintah terhadap transparansi, reformasi, dan keberpihakan pada rakyat.
Seperti diketahui, 17 tuntutan mendesak diberi tenggat 5 September 2025, mulai dari penghentian represifitas aparat, transparansi anggaran, hingga jaminan upah layak buruh. Sementara delapan tuntutan jangka panjang diberi waktu hingga 31 Agustus 2026, mencakup reformasi DPR, partai politik, hingga kebijakan ekonomi nasional.
Bagi mahasiswa, pemenuhan tuntutan ini akan menjadi ukuran sejauh mana negara benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Jika diabaikan, BEM SI menegaskan jalan aksi massa tetap terbuka. ***











