Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
19 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
16 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
19 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
15 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

DPR Tawarkan Jalur BAM, Ricuh Demo di Slipi Jadi Catatan Kelam

DPR Tawarkan Jalur BAM, Ricuh Demo di Slipi Jadi Catatan Kelam
Politikus PDIP, Deddy Yevri Hanteru Sitorus. (Foto: dok. Dpr ri).
Selasa, 26 Agustus 2025 13:30 WIB

JAKARTA – Kericuhan dalam aksi menolak kenaikan tunjangan DPR RI, Senin (25/8/2025), masih menyisakan sorotan. Di tengah bentrokan yang meluas hingga Slipi dan kawasan Senayan, DPR menegaskan bahwa demonstran sebenarnya bisa menyampaikan tuntutannya lewat Badan Aspirasi Masyarakat (BAM).

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Deddy Sitorus, menyampaikan bahwa lembaganya membuka pintu bagi masyarakat yang ingin berdialog. Menurutnya, ruang aspirasi itu sudah ada sehingga demonstrasi di jalan seharusnya tidak perlu berakhir dengan kerusakan.

"DPR sudah punya BAM untuk urusan begini. Tergantung yang demo, apakah inginnya dialog langsung atau demonstrasi," ujarnya, Selasa (26/8/2025).

Ia menilai unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara. Namun, tindak anarkis dalam aksi gabungan mahasiswa, pelajar, dan warga sipil itu ia serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. 

"Masalah anarkisme, itu urusan penegakan hukum. Adanya anak sekolah menurut saya bukan hal baru, apalagi itu bukan demo yang digalang oleh mahasiswa," jelasnya.

Aksi protes yang berlangsung di berbagai titik Jakarta berujung pada perusakan sarana publik. Di Slipi, pos polisi dibakar dan fasilitas umum hancur. Aparat yang mencoba menenangkan massa justru mendapat perlawanan. Gas air mata dilepaskan untuk membubarkan kerumunan, tetapi amarah massa semakin memuncak.

Massa bahkan menyerang mobil water cannon dan melanjutkan pergerakan ke sejumlah titik penting, termasuk kawasan Senayan Park hingga Simpang Slipi. Situasi itu menambah daftar panjang kerusuhan akibat unjuk rasa di ibu kota.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww