Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
21 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Kemenkes Tegas Sikapi Kasus Kekerasan Dokter di Musi Banyuasin

Kemenkes Tegas Sikapi Kasus Kekerasan Dokter di Musi Banyuasin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan pada tenaga medis dan mengirim tim ke Sekayu untuk mendukung proses hukum kasus kekerasan terhadap dr. Syahpri Putra Wangsa di RSUD Sekayu, Kamis (14/8/2025).
Kamis, 14 Agustus 2025 16:15 WIB

MUSI BANYUASIN – Seorang dokter spesialis di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi korban kekerasan verbal dari keluarga pasien saat menjalankan tugas, Selasa (12/8/2025). Kejadian tersebut menuai kecaman tegas dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dokter yang diketahui bernama dr. Syahpri Putra Wangsa itu dipaksa melepas masker ketika melayani pasien. Tindakan tersebut dianggap menghalangi prosedur pencegahan penyakit infeksius sekaligus mengancam keselamatan petugas dan pasien lain.

"Kami sangat menyesalkan dan mengecam keras tindakan kekerasan terhadap tenaga medis yang terjadi di RSUD Sekayu," tegas Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Kamis (14/8/2025).

Budi menekankan, keselamatan tenaga medis merupakan prioritas dan telah dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. "Kami tidak menoleransi adanya kekerasan dalam bentuk apapun terhadap tenaga medis yang sedang menjalankan tugasnya," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa tenaga medis bekerja berdasarkan standar profesi, prosedur operasional baku (SOP), dan ketentuan pelayanan kesehatan yang berlaku di setiap fasilitas. Karena itu, rumah sakit harus menjadi lingkungan yang aman, tidak hanya bagi pasien tetapi juga bagi tenaga medis.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menghormati profesi tenaga kesehatan. "Jika masyarakat mengalami ketidakpuasan dalam pelayanan, kami mohon agar tidak menggunakan cara-cara kekerasan," katanya.

Budi berharap tidak ada lagi kekerasan terhadap tenaga kesehatan di masa mendatang. Ia menyerukan semua pihak menjaga suasana kerja yang aman dan saling menghargai di fasilitas kesehatan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Cendekia, Balai Kota, Kesehatan
wwwwww