Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
4
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
5
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
2 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Karhutla Meluas di Solok, Delapan Nagari Terbakar, Petugas Kewalahan Hanya Andalkan Tiga Armada

Karhutla Meluas di Solok, Delapan Nagari Terbakar, Petugas Kewalahan Hanya Andalkan Tiga Armada
Petugas sedang melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menghantam wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Sabtu, 19 Juli 2025 14:47 WIB

SOLOK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantam wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Dalam satu hari, api meluas ke delapan nagari, membuat petugas pemadam kewalahan menangani kebakaran yang menjalar di berbagai titik.

Kepala Seksi Operasional Damkar Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy, mengungkapkan bahwa kebakaran bermula dari Bukik Junjuang Siriah, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Jumat (17/7/2025), lalu menyebar ke Nagari Saniangbaka, kawasan Puncak Gagoan, Jorong Sungai Lasi, Sulik Aia, Talang Babungo, Bukik Kili Koto Baru, Padang Balimbiang Koto Sani, hingga Alahan Panjang.

“Dalam sehari saja, delapan nagari terdampak karhutla. Petugas kami harus membagi tim dan tenaga secara maksimal, sementara sumber daya sangat terbatas,” ujar Zulhelmi, Sabtu (19/7/2025).

Ia memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai puluhan hingga ratusan hektare. Sementara kondisi medan perbukitan menyulitkan akses dan pemadaman.

Solok hanya memiliki 94 personel damkar dan lima armada, namun dua unit rusak akibat kecelakaan, dan satu lainnya beroperasi dalam kondisi tidak layak. “Kami terpaksa tetap menggunakan armada yang sudah tidak optimal karena tidak ada pilihan lain,” jelasnya.

Kondisi makin parah karena sebagian besar kebakaran terjadi di area yang tak bisa dijangkau kendaraan. Petugas harus berjalan kaki dengan peralatan seadanya. “Banyak lokasi hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki, bahkan pemadaman dilakukan manual dengan ranting kayu basah,” imbuhnya.

Kekeringan karena musim kemarau membuat sumber air mengering. Hal ini memperberat proses pemadaman di titik-titik yang terus bermunculan.

Sabtu pagi ini, tim kembali bergerak ke Nagari Kinari, lokasi baru yang dilaporkan mengalami kebakaran.

Pemerintah daerah didesak segera memperkuat armada, peralatan, dan logistik agar tidak terjadi kelelahan ekstrem pada personel dan untuk mengantisipasi meluasnya karhutla di wilayah Solok. ***

wwwwww