Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
20 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
17 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
19 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
15 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Rumitnya Administrasi Kemenpora Ancam Kejuaraan Tinju Profesional Sabuk Presiden III

Rumitnya Administrasi Kemenpora Ancam Kejuaraan Tinju Profesional Sabuk Presiden III
Ketua Dewan Pengawas FTPI Yance Rahayaan (kiri) saat pelaksanaan Kejuaraan Tinju Profesional Sabuk Emas Presiden I. (Dok. FPTI)
Rabu, 22 November 2023 17:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Pelaksanaan pertandingan tinju yang melibatkan artis begitu marak. Namun,  pertandingan tinju profesional yang mengutamakan prestasi mengalami hambatan karena rumitnya administrasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

Kini, penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Profesional Sabuk Emas Presiden III yang akan digelar di Balai Sarbini Jakarta, 11 Desember 2023 terancam batal. Pasalnya, sampai Rabu (22/11/2023) surat rekomendasi dari Kemenpora untuk Kejuaraan tinju profesional yang sudah mendapat persetujuan dari Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) belum juga dikeluarkan. 

Terancamnya Sabuk Emas Presiden III terkait dengan surat yang dikeluarkan Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gunawan Suswantoro No B-HK.02/11.13.9/SET/XI/2023. Dalam surat itu, Kemenpora mengapresiasi pertandingan tinju itu. Namun dalam surat itu juga pihak Kemenpora belum dapat memberikan rekomendasi karena harus memperoleh izin terlebih dahulu dari Kepala Sekretariat  Presiden RI. 

Ketua Dewan Pengawas FTPI Yance Rahayaan mengatakan di Jakarta, belum adanya rekomendasi itu jelas menghambat prestasi tinju profesional di Tanah Air. Apalagi para petinju sudah jauh hari mempersiapkan diri. Banyak insan tinju yang menantikan event yang melibatkan petinju profesional terbaik di Tanah Air. 

"Kami sudah melakukan proses sesuai dengan aturan yang ada. Bahkan, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) sudah memberi disposisi kepada Deputi IV Kemenpora untuk pemberian rekomendasi. Tapi anehnya sampai saat ini surat belum diberikan dan bahkan kami disuruh lagi bersurat ke Kepala Sekretariat Presiden (KSP), " jelasnya. 

Dia menambahkan, hal ini berbeda sekali dengan zaman Menpora Imam Nahrawi. Ketika pergelaran Sabuķ Emas Presiden yang ke-2, setelah promotor melakukan audiensi, Imam Nahrawi langsung membuat surat yang ditandatanganinya langsung ke Presiden soal rekomendasi pertandingan. 

"Saya heran sekarang. Tinju prestasi tidak didukung, tapi tinju artis didukung. Kapan kita mau punya juara dunia lagi. Kenapa kami harus ke KSP lagi kalau sudah ada arahan ke Deputi IV Kemenpora. Ini kan bukan yang pertama kali digelar tetapi sudah yang ketiga. Kita juga paham prosedur yang hàrus dilalui, " ucapnya sambil menambahkan, jangan salahkan pihaknya kalau nanti membawa para petinju menggeruduk Kemenpora. 

Sementara itu,  Match Maker Tinju Sabuk Emas Presiden III, Syarifuddin Lado mengemukakan, seluruh prosedur pertandingan sudah dipenuhi promotor termasuk pembayaran 30 persen kontrak bayaran petinju dan juga asuransi. Namun, dia menyebutkan, pihaknya akan mengalami kesùlitan menggelar pertandingan jika tidak ada surat izin keramaian dari Polri. "Surat izin kemaraian diterbitkan Polri setelah ada rekomendasi dari Kemenpora," tegasnya. ***

wwwwww