Gubernur Sumbar: KKN Mahasiswa Berperan Penting dalam Memajukan Daerah
![]() |
| Gubernur Sumbar, Mahyeldi melepas 2.200 mahasiswa KKN Unand. (antara/ho-biro adpim sumbar) |
PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan bahwa program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan nagari dan desa di wilayah tersebut.
"Mahasiswa yang terjun dalam KKN dapat membantu memetakan permasalahan dan menawarkan solusi bagi isu-isu di desa dan nagari, sehingga turut memajukan daerah," ujar Mahyeldi di Padang, Sabtu (4/1/2025).
Pernyataan ini disampaikan saat melepas 2.200 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang akan melaksanakan KKN Reguler 1 tahun 2025 pada Jumat (3/1/2025). Gubernur mengapresiasi Unand yang konsisten mengadakan program KKN di berbagai nagari dan desa di Sumatera Barat.
"Kami berterima kasih kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika Unand atas dedikasinya dalam menyelenggarakan KKN yang fokus pada pengembangan potensi dan kebutuhan masing-masing nagari," tambahnya.
Mahyeldi menjelaskan bahwa KKN yang dijalankan saat ini adalah KKN Tematik, yang mengusung tema-tema khusus sesuai potensi lokal. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi dalam memperkuat peran nagari dan lembaga desa.
"Diharapkan melalui KKN ini, nagari akan mendapatkan banyak masukan positif dari mahasiswa, sejalan dengan visi kami menjadikan nagari sebagai garda terdepan dalam pembangunan dan perekonomian Sumbar," kata Gubernur.
Peran Mahasiswa dalam Masyarakat
Rektor Unand, Efa Yonnedi, menyebut KKN sebagai wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat. "Kami berharap mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan nagari tempat mereka bertugas," ujarnya.
Efa juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur, pemerintah daerah, serta dosen pembimbing lapangan yang telah mendukung dan mendampingi mahasiswa selama KKN.
Kepala UPT Pembelajaran di Luar Kampus (DLK) Unand, Jonrinaldi, menjelaskan bahwa KKN di Unand dilaksanakan dua kali dalam setahun, yaitu pada Januari-Februari dan Juli-Agustus.
"Sebelum KKN Tematik dimulai, kami telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Desa dan para Wali Nagari untuk mendiskusikan rencana dan kegiatan mahasiswa di lokasi KKN," ungkap Jonrinaldi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, universitas, dan masyarakat, diharapkan program KKN ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan nagari dan desa di Sumatera Barat. (ant)
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Ragam |


























