Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
2
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
3
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional

Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Sabtu, 07 November 2026 19:13 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto

PEKANBARU - Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau Marhum Pekan resmi menerima anugerah gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/11/2026). Momentum penganugerahan tanda kehormatan bagi tokoh pendiri Kota Pekanbaru ini berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho akan hadir di lokasi acara bersama Ketua TP PKK Kota Pekanbaru, Sulastri Agung serta perwakilan keluarga ahli waris Marhum Pekan guna mengikuti rangkaian prosesi kenegaraan tersebut.

"Alhamdulillah, mimpi yang telah lama diperjuangkan masyarakat akhirnya terwujud. Kita bangga pendiri Pekanbaru mendapat penghormatan sebagai Pahlawan Nasional. Kebahagiaan ini milik masyarakat Pekanbaru, masyarakat Siak, dan seluruh Riau," ujar Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.

Langkah pengusulan Marhum Pekan menjadi Pahlawan Nasional tercatat dimulai sejak 1988. Upaya yang telah berjalan selama puluhan tahun tersebut secara konsisten dilanjutkan jajaran Pemkot Pekanbaru bersama para pegiat sejarah hingga berbuah penetapan resmi dari pemerintah pusat.

Kepastian mengenai agenda penganugerahan tanda jasa itu sebelumnya disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dalam pertemuan bersama Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Penetapan ini merangkum kerja bersama tim pengkaji, lembaga adat, serta sejarawan daerah.

Marhum Pekan merupakan Sultan Siak Sri Indrapura kelima, putra dari Sultan Siak IV, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit. Ia berperan meneruskan pembangunan kawasan Senapelan yang dirintis sang ayah hingga berkembang menjadi pusat perniagaan dan menjadi cikal bakal Pekanbaru.

Selain membuka aktivitas pasar yang mendasari penamaan ibu kota Provinsi Riau saat ini, Marhum Pekan tercatat memimpin perlawanan fisik menghadapi Belanda dalam pertempuran di Pulau Guntung.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menjelaskan bahwa latar belakang historis tersebut mempertegas kedekatan antara Kota Pekanbaru dengan Kesultanan Siak, sekaligus momentum membumikan kembali kebudayaan daerah kepada generasi muda.

"Saya mencintai Pekanbaru beserta sejarah dan budaya Melayunya. Menjaga marwah Melayu adalah tanggung jawab yang saya pegang dalam memimpin kota ini. Pekanbaru adalah rumah kita bersama, dan kemajuan kota harus berjalan dengan budaya Melayu yang tetap hidup serta menjadi jati dirinya," tuturnya.

Jejak kontribusi Kesultanan Siak bagi kedaulatan tanah air juga diakui melalui pengorbanan Sultan Siak XII, Sultan Syarif Kasim II. Pada awal masa kemerdekaan, ia menyatakan kesetiaan terhadap kedaulatan Indonesia sembari menyerahkan mahkota dan donasi sebesar 13 juta gulden kepada pemerintah republik.

Pemerintah Kota Pekanbaru menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, jajaran kementerian terkait, Pemprov Riau, serta zuriah kesultanan yang terus menjaga komitmen pengusulan gelar kehormatan ini.

Bentuk penghormatan terhadap pendiri daerah turut diabadikan ke dalam sarana fisik wilayah. Pemkot Pekanbaru telah menerima persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum terkait penamaan gerbang tol penghubung seksi Pekanbaru–Dumai dengan Pekanbaru–Bangkinang menggunakan nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah.

Izin resmi penggantian nama Jalan Palas menjadi Jalan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah juga telah tuntas diproses, dimana jadwal peresmian kedua infrastruktur publik tersebut tinggal dilaksanakan pemerintah daerah.

"Nama beliau kita hadirkan pada gerbang tol dan jalan agar terus dikenang. Kami ingin anak-anak kita tumbuh dengan mengenal pendiri kotanya, menghargai sejarahnya, dan mencintai budaya Melayu. Itulah warisan yang ingin kita jaga bersama," pungkasnya. ***

wwwwww