Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
26 menit yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Cendekia

Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar

Tinjau PTM Perdana Pasca-Kabut Asap, Wawako Pekanbaru Bagikan Masker hingga Vitamin untuk Pelajar
Senin, 19 Oktober 2026 13:30 WIB
Penulis: Afrila Yobi
PEKANBARU - Suasana ruang kelas di sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di ibu kota Provinsi Riau kembali berdenyut pada Senin (19/10/2026). Setelah beberapa waktu terkurung di rumah akibat kepungan kabut asap pekat, para pelajar kini diizinkan melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas seiring dengan membaiknya kualitas udara setempat.

Menyambut hari pertama kembalinya aktivitas akademik ini, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar turun langsung memantau kelancaran proses belajar mengajar. Dalam kunjungannya ke SDN 36 dan SMPN 4 Pekanbaru, ia tidak sekadar meninjau fasilitas, tetapi juga membagikan masker serta suplemen vitamin C untuk memperkuat benteng pertahanan tubuh anak-anak dari sisa polusi.

Markarius menjelaskan, langkah membuka kembali gerbang sekolah tidak diambil secara instan. Keputusan tersebut merupakan buah dari evaluasi komprehensif yang melibatkan BMKG, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pendidikan. Tren penurunan partikel debu halus menjadi penentu utama dikeluarkannya izin aktivitas luar rumah bagi dunia pendidikan.

"Alhamdulillah, dari evaluasi kita bersama seluruh instansi terkait, kita putuskan hari ini anak-anak sudah bisa kembali ke kelas. Pengukuran PM2.5 mulai menunjukkan perbaikan dan sudah berada di bawah angka 100," papar Markarius. Ia menguraikan lebih lanjut, pantauan kualitas udara pada Senin pagi bahkan menembus level yang lebih melegakan, yakni bertengger di kisaran angka 70 hingga 80 pada sejumlah titik.

Meski lonceng sekolah telah berbunyi, aturan main di lingkungan pendidikan dirombak sementara waktu. Seluruh kegiatan yang membuat siswa terpapar udara bebas ditiadakan. Tradisi upacara bendera yang biasa digelar setiap awal pekan dipastikan absen. Begitu pula dengan rutinitas mengaji pagi yang terpaksa digeser ke dalam ruangan tertutup demi meminimalisasi risiko terhirupnya debu sisa kebakaran lahan.

Perlindungan ekstra juga diwajibkan sejak para siswa melangkahkan kaki ke luar rumah. Penggunaan masker pelindung menjadi atribut mutlak yang tidak boleh dilewatkan.

"Kita tetap melakukan pembatasan secara ketat. Anak-anak wajib memakai masker dari rumah. Nantinya di dalam kelas masker boleh dilepas jika sirkulasi dan kondisi memungkinkan, tetapi saat berada di luar ruangan wajib dipakai kembali," tegasnya.

Pemerintah kota menyadari bahwa pelindung pernapasan eksternal harus diimbangi dengan kekebalan daya tahan tubuh. Pembagian asupan vitamin di sekolah hari ini dirancang sebagai langkah awal untuk membangkitkan kesadaran kolektif warga sekolah dan keluarga.

Markarius menitipkan pesan khusus kepada para pendidik agar meneruskan imbauan kesehatan ini ke setiap rumah tangga. Mengingat asupan nutrisi harian anak sangat dipengaruhi oleh pola makan, peran orang tua dinilai sangat krusial, terutama bagi anak-anak yang kurang menyukai konsumsi sayur dan buah murni.

"Ini sifatnya stimulan saja. Nanti kita instruksikan seluruh sekolah untuk menginformasikan kepada wali murid agar konsisten memberikan asupan tambahan berupa vitamin C dan vitamin D, serta memastikan gizi anak terpenuhi selama masa PTM terbatas ini," pungkasnya. ***

wwwwww