Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
2 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat tidak Sehat, Dishub Tiadakan CFD Minggu Ini

Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat tidak Sehat, Dishub Tiadakan CFD Minggu Ini
Sabtu, 17 Oktober 2026 15:47 WIB
Penulis: Afrila Yobi
PEKANBARU - Kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah ibu kota Provinsi Riau semakin pekat. Merespons memburuknya kualitas udara yang berisiko mengancam kesehatan pernapasan warga, Pemerintah Kota Pekanbaru resmi meniadakan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di ruang publik untuk jadwal Minggu (18/10/2026).

Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru, Maskur Tarmizi membenarkan penangguhan agenda mingguan yang kerap menjadi pusat perkumpulan massa tersebut. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif guna menekan dampak paparan polusi secara langsung bagi masyarakat luas.

"Untuk sementara CFD ditiadakan untuk hari Minggu ini tanggal 18, dinda," sebutnya saat dikonfirmasi WartaPKU.com melalui pesan tertulis, Sabtu (17/10/2026).

Kebijakan penutupan ruang publik ini selaras dengan temuan pemantauan kualitas udara di lapangan. Berdasarkan data IQAir AirVisual, Sabtu (17/10/2026) pukul 11.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru menembus angka 217, yang menempatkannya ke dalam kategori sangat tidak sehat. Tingkat konsentrasi partikel halus PM2.5 pun tercatat sangat pekat, yakni mencapai 141,8 mikrogram per meter kubik.

Partikel mikro PM2.5 dikenal sangat rentan terhirup hingga ke dasar paru-paru. Kondisi ini membawa ancaman kesehatan yang serius, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, warga lanjut usia, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung maupun infeksi saluran pernapasan.

Menyikapi sebaran polutan tersebut, Maskur mengimbau warga agar menahan diri dari aktivitas olahraga di luar ruangan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menutup rapat sirkulasi udara atau jendela di rumah, serta mewajibkan penggunaan masker pelindung standar saat terpaksa bepergian.

"Semoga kondisi asap ini cepat selesai, sehingga kita semua dapat beraktivitas secara normal kembali," harapnya.

Tidak sekadar membatasi area olahraga akhir pekan, Pemkot Pekanbaru juga memperluas langkah mitigasi ke berbagai sektor. Sejumlah ruang terbuka hijau dan taman kota terpantau ditutup sementara waktu untuk membatasi interaksi warga di luar ruangan.

Di sektor pendidikan, otoritas setempat telah memberlakukan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak Rabu (14/10/2026) hingga Kamis (15/10/2026). Kebijakan belajar daring tersebut kemudian diperpanjang masa berlakunya pada Jumat (16/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026). Penerapan metode belajar dari rumah ini dinilai sangat krusial agar para peserta didik terhindar dari paparan langsung polusi kabut asap karhutla. ***

wwwwww