Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
25 menit yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Udara Tak Sehat Ancam Kesehatan Siswa, Pemkot Pekanbaru Kaji Perpanjangan Belajar Daring

Udara Tak Sehat Ancam Kesehatan Siswa, Pemkot Pekanbaru Kaji Perpanjangan Belajar Daring
Kamis, 15 Oktober 2026 14:33 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto
TENAYAN RAYA- Para peserta didik di Kota Pekanbaru tampaknya masih harus bersabar untuk kembali berinteraksi secara langsung di ruang kelas. Udara yang masih terpapar kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi memaksa pemerintah untuk memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru hingga Kamis (15/10/2026) terus memantau indikator kualitas udara. Status parameter udara yang masih bertengger di kategori tidak sehat menjadi pijakan utama untuk menentukan nasib aktivitas sekolah, apakah siswa sudah aman menghirup udara luar atau tetap harus menatap layar gawai dari rumah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengonfirmasi bahwa PJJ yang dijadwalkan usai pada hari ini sangat berpeluang untuk dilanjutkan. Meski begitu, kewenangan untuk memperpanjang kebijakan tersebut tidak berada di tangan Disdik semata.

"Karena memang melihat cuaca dan kualitas udara," terang Jamal.

Skema pembelajaran ini akan diputuskan melalui koordinasi lintas instansi dengan melibatkan Dinas Kesehatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Disdik nantinya akan bertindak sebagai eksekutor dari hasil rumusan rapat bersama tersebut.

Dinamika cuaca alam yang mudah berubah menjadi alasan kehati-hatian pemerintah daerah. Hujan yang turun mengguyur pada malam hari, misalnya, dapat dengan cepat menyapu partikel asap dan memulihkan kualitas udara pada pagi harinya. Oleh sebab itu, pemantauan berkala menjadi langkah wajib sebelum mengeluarkan keputusan resmi.

"Kita juga tidak bisa sembarangan karena ini menyangkut bencana. Kita perlu rapat juga, sementara sekolah mulai pagi," urainya.

Penerapan kebijakan PJJ ini menghadirkan dua sisi pertimbangan teknis. Apabila belajar dari rumah diperpanjang, penyelenggara pendidikan harus menyusun ulang strategi pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya diterima siswa di lingkungan sekolah. Sebaliknya, memaksakan siswa kembali ke sekolah saat kualitas udara masih memburuk berarti mempertaruhkan aspek kesehatan mereka secara langsung. ***

wwwwww