Tumbang 1-2 dari PSPS Pekanbaru, Pelatih PSMS Medan Sesalkan Petaka Kartu Merah Babak Pertama
![]() |
Penulis: Afrila Yobi
RUMBAI - Pelatih PSMS Medan, Eko Pudjianto mengakui timnya kesulitan menahan gempuran PSPS Pekanbaru setelah kehilangan satu pemain sejak pertengahan babak pertama. Skuad tamu akhirnya dipaksa menyerah dengan skor 1-2 dalam laga pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Kota Pekanbaru, Minggu (11/10/2026).
PEKANBARU - Pelatih PSMS Medan, Eko Pudjianto mengakui timnya kesulitan menahan gempuran PSPS Pekanbaru setelah kehilangan satu pemain sejak pertengahan babak pertama. Skuad tamu akhirnya dipaksa menyerah dengan skor 1-2 dalam laga pekan kelima Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Kota Pekanbaru, Minggu (11/10/2026).
Petaka bagi tim tamu bermula ketika wasit mengusir Rizdjar Nurviat pada menit ke-31. Meski sempat menyamakan kedudukan lewat Javier Siverio Toro pada menit ke-58, PSMS harus pulang tanpa poin setelah tuan rumah mencetak gol penentu melalui serangan balik Hamzah Deva di menit ke-81.
Kewalahan Hadapi Serangan Balik
Dalam sesi jumpa pers seusai pertandingan, Eko Pudjianto memberikan selamat atas raihan tiga poin yang didapat skuad Askar Bertuah. Ia menilai ketimpangan jumlah pemain sangat memengaruhi rencana taktik yang sudah dipersiapkan.
"Pertama, apresiasi buat Pekanbaru yang menang 2-1. Kami kesulitan karena pada menit ke-30-an sudah bermain dengan 10 pemain," ungkapnya.
Eko menjelaskan, timnya sebenarnya sudah berupaya menjaga keseimbangan untuk mengamankan satu poin setelah berhasil menyamakan kedudukan. Namun, celah di lini pertahanan saat asyik mencari gol tambahan justru menjadi bumerang.
"Kami berusaha mempertahankan hasil, tetapi akhirnya kebobolan melalui serangan balik," terangnya.
Evaluasi Kedisiplinan Pemain
Penyerang PSMS Medan, Javier Siverio Toro juga merasakan beratnya tekanan saat tim harus bermain pincang. Kendati demikian, ia merasa rekan-rekannya sudah memberikan perlawanan maksimal, terbukti dari keberhasilan mereka mencetak gol balasan di babak kedua.
"Saya pikir kami tidak bermain buruk, tetapi sangat sulit ketika harus bermain dengan 10 pemain sejak awal pertandingan," paparnya.
Siverio secara khusus menyoroti masalah kedisiplinan yang berujung pada sanksi dari pengadil lapangan. Rentetan hukuman ini dianggap sangat merugikan langkah tim dalam bersaing di kompetisi.
"Kami sudah memainkan tiga pertandingan dan mendapatkan tiga kartu merah. Hal seperti ini tentu sangat menyulitkan, kami harus memperbaiki kesalahan tersebut," sesalnya.
Mengamini pernyataan anak asuhnya, Eko Pudjianto menegaskan bahwa kelemahan dalam mengantisipasi pergerakan sayap lawan serta masalah kartu merah akan menjadi fokus perbaikan. Kelengahan transisi menjadi pelajaran berharga bagi PSMS Medan untuk menatap laga selanjutnya. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Rumbai |







