Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
2 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Tuah Madani

Kemacetan Simpang Panam Pekanbaru Dikeluhkan Warga, Volume Kendaraan Berat Jadi Pemicu Utama

Kemacetan Simpang Panam Pekanbaru Dikeluhkan Warga, Volume Kendaraan Berat Jadi Pemicu Utama
Minggu, 11 Oktober 2026 05:03 WIB
Penulis: Afrila Yobi

TUAH MADANI- Persimpangan Jalan Soebrantas dan Garuda Sakti atau yang lebih dikenal sebagai Simpang Panam di Pekanbaru masih menjadi titik lalu lintas yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat. Tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari membuat kawasan penghubung utama menuju Kabupaten Kampar ini selalu mengalami kepadatan, terutama pada jam-jam sibuk.

Kondisi lalu lintas di persimpangan tersebut semakin diperparah dengan banyaknya kendaraan bermuatan besar seperti bus dan truk. Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla menyebutkan penumpukan kendaraan di area tersebut memang sulit untuk dihindari saat ini.

"Kondisi ini sulit dihindari karena terjadi penumpukan kendaraan, termasuk kendaraan besar seperti bus dan truk yang melintasi jalan lingkar atau ring road di kawasan tersebut," paparnya, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, kendaraan besar yang masuk melalui jalur Kubang menuju Garuda Sakti membuat kapasitas jalan tidak lagi mampu menampung arus lalu lintas. Kemacetan yang memanjang kerap memicu pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melanggar aturan lalu lintas.

Roni menyoroti kebiasaan buruk sebagian pengendara yang nekat menerobos lampu merah saat antrean kendaraan sedang padat. Tindakan tidak disiplin tersebut dinilai bukan hanya menghambat laju pergerakan arus dari arah lain, melainkan juga sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan di persimpangan.

Masyarakat kini dihadapkan pada situasi perjalanan yang melelahkan karena harus menghabiskan banyak waktu di jalan akibat antrean panjang tersebut. Sambil menunggu solusi perbaikan infrastruktur dari pemerintah, warga diimbau untuk lebih tertib dan saling menghargai sesama pengguna jalan demi keselamatan bersama. ***

wwwwww