Gerebek Gudang di Tenayan Raya, Tiga Ormas Melayu Riau Temukan 54 Baby Tank Diduga Timbun BBM
![]() |
Penulis: M Rafdinal Adrianto
Aksi penggerebekan ini diinisiasi oleh Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB), Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR), dan Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau. Puluhan massa gabungan tersebut sempat bertahan berjam-jam di sekitar lokasi. Mereka bersikeras menunggu kehadiran aparat kepolisian untuk memastikan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur hukum dan disaksikan oleh pihak berwenang.
Saat pintu gudang dibuka bersama aparat Polsek Tenayan Raya dan perwakilan Pertamina Patra Niaga Riau, ditemukan puluhan wadah penampung skala besar. Di dalam area tersebut berjejer 54 baby tank atau tangki kotak berkapasitas 1.000 liter. Selain itu, terdapat 10 drum merah berkapasitas 210 liter dan empat drum biru berkapasitas 240 liter.
Beberapa wadah tersebut tampak terisi cairan dengan warna yang berbeda-beda, mulai dari putih, merah, hingga hijau. Dugaan adanya aktivitas pengoplosan menguat dengan ditemukannya sejumlah botol tinta dan deterjen di sekitar area penyimpanan.
Menindaklanjuti temuan visual tersebut, Kapolsek Tenayan Raya, AKP Ronny Reduansyah, SH MH memastikan pihaknya langsung mengambil tindakan. "Kami bersama dengan Patra Niaga melakukan pengecekan. Untuk memastikan jenis BBM-nya, akan diambil sampel dan diperiksa di laboratorium," tegasnya.
Lokasi gudang kini telah dipasangi garis polisi dan disegel. Pihak kepolisian juga segera melayangkan panggilan kepada pihak yang diduga sebagai pemilik atau pengelola tempat tersebut untuk menjalani pemeriksaan.
Senada dengan kepolisian, Sales Area Pertamina Patra Niaga Riau, Heri menyebutkan bahwa cairan tersebut akan diuji lebih rinci di Depot Siak. "Ini masih dugaan penimbunan BBM. Kami akan mengambil sampel untuk mengetahui jenis BBM-nya dan selanjutnya akan diinformasikan secara resmi," terangnya.
Uji laboratorium ini nantinya akan menjadi dasar untuk membuktikan apakah cairan tersebut merupakan BBM bersubsidi yang diselewengkan, serta mengidentifikasi bentuk pelanggaran dalam proses penyimpanan dan distribusinya.
Keterlibatan aparat penegak hukum dan pihak Pertamina dalam inspeksi ini mendapat apresiasi dari Koordinator GMKR Riau, Brigjen TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution. Menurut tokoh masyarakat Riau tersebut, pembuktian secara sains dan hukum sangat diperlukan agar masalah ini tidak berhenti pada sekadar tudingan. "Terima kasih karena akhirnya semua unsur bisa bersama-sama melakukan pengecekan. Artinya, fakta bahwa ada penimbunan itu harus kita lihat dan buktikan," paparnya.
Langkah turun ke lapangan ini merupakan wujud nyata dari dorongan ormas yang sebelumnya gencar mewacanakan pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Solar. Sekjen DPP LLMB, Juprizal yang mewakili Panglima Pucuk LLMB, Datuk Besar Ismail Amir, SH MH menilai temuan ini menjawab keresahan publik. "Jadi bukan masalah kuota yang kurang, tapi BBM ini sengaja ditimbun. Dan ini baru satu gudang, kami masih ada beberapa gudang lagi yang kami duga melakukan praktik yang sama," tandasnya.
Panglima Pucuk DPP LLMB, Datuk Ismail Amir turut memberikan pernyataan tegas terkait inisiatif warganya yang langsung memantau lokasi. "Kalau pemerintah tidak bisa bergerak, ya kita rakyat yang bergerak. Kami satukan visi, kami turun ke lokasi," cetusnya.
Dugaan keberadaan mafia penimbun ini juga disuarakan oleh Sekretaris GEMA Riau, Datuk Tarlaili. Ia mensinyalir ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menolak Satgas Pemberantasan Mafia Solar karena tidak ingin bisnisnya terganggu. "Apa yang kita lakukan malam ini menunjukkan kalau dugaan kita selama ini mengapa BBM langka, ya karena ada praktik-praktik jahat seperti ini," pungkasnya. (sr)
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Tenayan Raya |








