Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
7 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, Pemkot Siagakan 200 Ribu Masker untuk Warga

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, Pemkot Siagakan 200 Ribu Masker untuk Warga
Sekertaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin bersama Kepala Diskes Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto membagikan masker kepada pengendara di pasar pagi cik puan beberapa waktu lalu.
Rabu, 23 September 2026 08:25 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto
PEKANBARU - Bencana kabut asap yang menyelimuti wilayah udara Kota Pekanbaru menuntut kesiapsiagaan penuh dari fasilitas layanan kesehatan. Untuk melindungi warga dari ancaman penyakit pernapasan, pemerintah daerah memastikan ketersediaan ratusan ribu masker pelindung sekaligus menjamin pasokan obat-obatan bagi masyarakat yang terdampak.

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin memastikan bahwa kebutuhan perlindungan pernapasan bagi masyarakat telah tertangani dengan baik dan merata di seluruh lini layanan medis.

"Untuk ketersediaan masker, kita sudah pastikan ke dinas kesehatan, pasokan masker cukup," tegasnya, Selasa (22/9/2026).

Di luar ketersediaan masker, Zulhelmi memberikan peringatan keras kepada seluruh pengelola pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan rumah sakit agar memantau ketat ketersediaan obat bagi pasien. Ia mewanti-wanti agar tidak ada satu pun warga yang menerima obat kadaluarsa akibat kelalaian petugas. Petugas medis dituntut transparan dalam menjelaskan jenis serta batas waktu pemakaian obat kepada setiap pasien yang datang berobat.

"Kita sudah pastikan ketersediaan obat-obatan, serta memastikan tidak ada yang kadaluarsa. Kalau sudah mau habis masa pemakaiannya, kita minta evaluasi pengadaan hingga distribusi obat di puskesmas dan RSD Madani," paparnya.

Melengkapi instruksi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto merinci bahwa saat ini terdapat sekitar 200 ribu lembar masker yang siap didistribusikan. Seluruh pasokan pengaman pernapasan tersebut telah disiagakan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru serta 21 puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan.

"Kita memastikan pasokan masker mencukupi, sampai saat ini kita belum membutuhkan tambahan," urainya.

Selain didistribusikan melalui fasilitas kesehatan resmi, Dinas Kesehatan juga membuka pintu bagi organisasi kemasyarakatan yang membutuhkan pasokan masker untuk disalurkan secara swadaya. Di lapangan, tim promosi kesehatan tak henti-hentinya turun memberikan edukasi agar warga lebih waspada terhadap penurunan kualitas udara.

"Mereka menyampaikan kampanye tentang dampak terpapar kabut asap, maka mereka imbau agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila memang harus keluar, kenakan masker," pungkasnya. ***

wwwwww