Kabut Asap Kepung Pekanbaru, Pemkot Siagakan 200 Ribu Masker untuk Warga
![]() |
| Sekertaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin bersama Kepala Diskes Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto membagikan masker kepada pengendara di pasar pagi cik puan beberapa waktu lalu. |
Penulis: M Rafdinal Adrianto
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin memastikan bahwa kebutuhan perlindungan pernapasan bagi masyarakat telah tertangani dengan baik dan merata di seluruh lini layanan medis.
"Untuk ketersediaan masker, kita sudah pastikan ke dinas kesehatan, pasokan masker cukup," tegasnya, Selasa (22/9/2026).
Di luar ketersediaan masker, Zulhelmi memberikan peringatan keras kepada seluruh pengelola pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan rumah sakit agar memantau ketat ketersediaan obat bagi pasien. Ia mewanti-wanti agar tidak ada satu pun warga yang menerima obat kadaluarsa akibat kelalaian petugas. Petugas medis dituntut transparan dalam menjelaskan jenis serta batas waktu pemakaian obat kepada setiap pasien yang datang berobat.
"Kita sudah pastikan ketersediaan obat-obatan, serta memastikan tidak ada yang kadaluarsa. Kalau sudah mau habis masa pemakaiannya, kita minta evaluasi pengadaan hingga distribusi obat di puskesmas dan RSD Madani," paparnya.
Melengkapi instruksi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto merinci bahwa saat ini terdapat sekitar 200 ribu lembar masker yang siap didistribusikan. Seluruh pasokan pengaman pernapasan tersebut telah disiagakan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru serta 21 puskesmas yang tersebar di berbagai kecamatan.
"Kita memastikan pasokan masker mencukupi, sampai saat ini kita belum membutuhkan tambahan," urainya.
Selain didistribusikan melalui fasilitas kesehatan resmi, Dinas Kesehatan juga membuka pintu bagi organisasi kemasyarakatan yang membutuhkan pasokan masker untuk disalurkan secara swadaya. Di lapangan, tim promosi kesehatan tak henti-hentinya turun memberikan edukasi agar warga lebih waspada terhadap penurunan kualitas udara.
"Mereka menyampaikan kampanye tentang dampak terpapar kabut asap, maka mereka imbau agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila memang harus keluar, kenakan masker," pungkasnya. ***








