Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
10 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tak Puas Raih Perunggu, Leica Lubis Ngaku Sempat Terpleset

Tak Puas Raih Perunggu, Leica Lubis Ngaku Sempat Terpleset
Karateka putri Indonesia Leica Al-Humaira Lubis. (NOC Indonesia)
Senin, 21 September 2026 19:09 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA - Leica Al-Humaira Lubis mempersembahkan medali perunggu untuk Kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di cabor karate Kumite persorangan kelas +68kg usai mengalahkan wakil Kirgiztan, Begimai Orozalieva dengan skor 6–1 di Toyohasyi Gymnasium, Nagoya, Jepang, Minggu (20/9/2026).

Medali tersebut disambut penuh syukur oleh Leica, meski ia mengaku masih menyimpan rasa tidak puas karena menilai peluang untuk melaju hingga final sebenarnya terbuka lebar.

Bagi Leica, medali perunggu yang diraihnya merupakan capaian penting sekaligus pengingat bahwa dirinya masih memiliki ruang untuk berkembang. Target yang dipublikasikan memang medali, tetapi secara pribadi Leica memasang target lebih tinggi, yakni menembus partai final.

“Kalau bicara bersyukur, pasti bersyukur banget sama medali yang diperoleh. Soalnya sebenarnya untuk target yang dipublikasikan, itu memang medali target. Tapi kalau target diri sendiri, sebenarnya pengennya sampai ke final,” ujar Leica.

“Alhamdulillah, disyukuri, tapi sebenarnya nggak puas. Karena menurut saya, saya sebenarnya mampu dan bisa ke final. Cuma tadi kepleset aja,” imbuhnya.

Leica menilai peluang menuju final sebenarnya masih sangat terbuka berdasarkan bagan pertandingan. Namun, satu kesalahan di semifinal membuat langkahnya terhenti dan harus puas membawa pulang medali perunggu.

“Kalau melihat bagan, untuk melaju ke babak final persentasenya masih besar. Peluangnya masih ada, besar banget. Tapi karena tadi saya meleset di semifinal, ya itu nggak bisa melaju ke final,” katanya.

Meski demikian, perunggu Asian Games 2026 tetap menjadi buah dari proses panjang yang telah dijalaninya. Leica menyebut medali tersebut pertama-tama ia persembahkan untuk dirinya sendiri, sebagai penghargaan atas perjuangan, disiplin, dan berbagai pengorbanan yang selama ini dijalani.

“Yang pertama pastinya balik lagi buat diri sendiri. Karena yang tahu bagaimana prosesnya itu, menurut saya, ya saya sendiri. Yang tahu bagaimana sakit-sakit badannya, bagaimana susahnya bangun pagi setiap hari, bagaimana susahnya nge-push diri sendiri setiap hari,” ujar Leica yang melakoni debutnya di Asian Games 2026.

Atlet kelahiran Sumatera Utara, 22 tahun lalu itu juga mempersembahkan medali tersebut untuk kedua orang tuanya yang selalu hadir memberikan dukungan dalam setiap kondisi yang dialaminya.

“Yang kedua, pasti buat keluarga. Buat ayah, buat umi yang selalu dukung, di manapun, kapanpun. Dalam titik terendah ataupun saat-saat seperti ini, mereka selalu ada,” sebut Leica. ***

wwwwww