Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Prioritaskan BUMN dan Swasta, Begini Rencana Pembangunan Pabrik Etanol Baru

Prioritaskan BUMN dan Swasta, Begini Rencana Pembangunan Pabrik Etanol Baru
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
Senin, 21 September 2026 11:56 WIB

JAKARTA - Jutaan hektare lahan di berbagai pelosok daerah akan segera disulap menjadi motor penggerak swasembada energi. Guna mengejar target bauran bahan bakar etanol E40 hingga E50 pada tahun 2030 atau 2031, pemerintah mulai mengkonsolidasikan penyediaan lahan seluas 1 hingga 2 juta hektare khusus untuk menanam tebu, singkong, dan jagung.

Dalam taklimat media di Jakarta, Senin (21/9/2026), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hari ini merupakan titik tolak dimulainya program penguatan kemandirian energi nasional.

"Kita baru mau mulai konsolidasi hari ini. Ini adalah titik awal hari ini," ungkap Amran usai memimpin rapat bersama kementerian dan lembaga lintas sektoral.

Ujung Tombak Penghematan Anggaran

Dampak ekonomi dari penciptaan bahan bakar alternatif ini dinilai sangat masif. Apabila program bauran E50 berjalan beriringan dengan B50, negara dapat menekan ketergantungan impor energi secara drastis. Amran mengalkulasi, uang negara yang bisa diselamatkan mencapai nilai Rp500 triliun setiap tahun.

"Kalau seluruhnya bisa selesai E50, E50 dengan B50 itu 30 miliar dolar. Artinya kurang lebih 500 triliun per tahun. Per tahun kita hemat devisa kita," jelasnya.

Efek domino dari megaproyek ini turut menjangkau pasar tenaga kerja. Sekitar delapan juta lapangan pekerjaan permanen diproyeksikan bakal tercipta, sekaligus mendorong perputaran ekonomi yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan para petani komoditas terkait.

Strategi Penguasaan Lahan

Hingga saat ini, sebanyak 44 kepala daerah tingkat kabupaten telah menyatakan dukungannya. Mentan membeberkan, kebutuhan lahan paling besar diperuntukkan bagi komoditas tebu yang menyita porsi sekitar satu juta hektare. Sementara itu, untuk jagung, para bupati mendapat tugas awal menanam di area seluas 1.000 hektare sebagai bahan evaluasi yang akan dinilai pada bulan Januari mendatang.

Proteksi Kawasan Hutan

Meski berburu lahan berskala jutaan hektare, Amran menepis kekhawatiran terkait potensi deforestasi. Ia menggarisbawahi bahwa pelepasan kawasan hutan adalah opsi pamungkas yang baru akan diambil jika tidak ada lagi pilihan lain.

"Paling terakhir baru pelepasan hutan," tegasnya. Pemerintah saat ini tengah menyisir lahan seluas 1,3 juta hektare yang statusnya sudah dilepaskan sebelumnya. Jika kontur dan kualitas tanahnya cocok untuk perkebunan tebu atau jagung, area tersebut akan langsung dimanfaatkan.

Setelah lahan siap, tahapan berikutnya bertumpu pada pembangunan pabrik pengolahan. Amran memberikan karpet merah kepada BUMN untuk mengambil peran utama sesuai kapasitas finansial mereka, entah itu 30, 40, hingga 50 persen. Sisanya, porsi investasi akan dilempar kepada pihak swasta untuk mempercepat realisasi bauran E20 di tahun 2029.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Balai Kota
wwwwww