Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
3 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Opini

Angkut Logistik Warga Pedalaman, Pengemudi Lajuran Gugur Dicegat Kelompok Bersenjata

Angkut Logistik Warga Pedalaman, Pengemudi Lajuran Gugur Dicegat Kelompok Bersenjata
TNI menemukan mobil yang dibakar kelompok bersenjata Papua di jalur Wamena menuju Mbua, Papua Pegunungan. (Dok. Koops TNI Habema)
Rabu, 16 September 2026 14:25 WIB

JAYAWIJAYA - Niat hati mengantarkan penumpang dan pasokan logistik bagi warga pedalaman Papua Pegunungan justru berujung pilu. Aris Sanda alias Bapak Tasya, seorang pengemudi asal Toraja, Sulawesi Selatan, meregang nyawa usai disandera oleh kelompok bersenjata di wilayah Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.

Jasad pria yang sehari-hari membawa kendaraan angkutan antarkabupaten ini ditemukan di dalam mobilnya yang sudah berbentuk puing sisa kebakaran. Kejadian memilukan tersebut bermula dari pengadangan di pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Selasa (15/9/2026) sekira pukul 06.00 WIT.

Menanggapi hilangnya nyawa warga sipil pekerja ini, pihak militer menyampaikan rasa belasungkawa. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna menyayangkan jatuhnya korban dari kalangan masyarakat yang tengah membantu roda perekonomian dan mobilitas daerah terisolir.

"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman. Orang-orang yang bekerja membantu kehidupan masyarakat seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan tidak menjadi korban kekerasan," tegas Wirya, Rabu (16/9/2026).

Sebelum kejadian fatal tersebut, kendaraan yang dikemudikan Aris dihentikan secara paksa saat melaju dari rute Wamena menuju Mbua. Para penumpang diperintahkan putar balik ke Wamena, sedangkan sang sopir diseret kelompok bersenjata menuju kawasan danau. Upaya penyisiran oleh aparat keamanan akhirnya berujung pada penemuan kondisi korban.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, Koops TNI Habema melaksanakan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," terang Wirya.

Aparat kini memprioritaskan evakuasi jenazah dengan standar pengamanan ketat terhadap personel di lapangan. Di saat bersamaan, aparat memastikan pemburuan terhadap pelaku bersenjata yang diduga dari kelompok OPM Kodap III Ndugama terus dilakukan guna meredam aksi susulan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Opini, Warga Bertuah
wwwwww