Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Cendekia

Skandal Ratusan Miliar, Operasi Senyap KPK Gulung Jaringan Perizinan Tanah

Skandal Ratusan Miliar, Operasi Senyap KPK Gulung Jaringan Perizinan Tanah
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (foto: jamal ramadhan/kumparan(
Selasa, 15 September 2026 09:05 WIB

JAKARTA - Agenda pemberantasan korupsi di sektor agraria menemui titik terang melalui sebuah operasi tangkap tangan (OTT) berskala besar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke berbagai titik di kawasan Jabodetabek pada Senin (14/9) untuk memutus rantai dugaan suap perizinan lahan.

Pusat dari pusaran dugaan korupsi ini adalah proses penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan Kabupaten Bogor. Temuan di lapangan mengungkap jaringan yang melibatkan birokrat lintas tingkatan, aktor politik, dan korporasi swasta.

Jumlah pihak yang digiring ke markas KPK tidak sedikit, mencapai 17 orang. Mereka langsung dihadapkan pada proses pemeriksaan maraton untuk mengurai benang kusut aliran dana ilegal yang diduga mengalir mulus dalam pengurusan dokumen pertanahan tersebut.

Daftar Pihak yang Terjaring Operasi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memaparkan rentetan identitas kelompok yang saat ini berstatus terperiksa. Di jajaran pemerintahan, KPK mengamankan seorang oknum Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang dari Kementerian ATR/BPN.

"Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kemudian Kepala Kantah di Kabupaten Bogor, dan juga Kepala Kantah di Tangerang, serta beberapa pihak lainnya," urai Budi memberikan konfirmasi awal terkait status operasi tertutup tersebut.

Selain unsur birokrat, tim antirasuah mengamankan seorang oknum politikus yang memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan di kementerian tersebut. KPK juga memastikan keterlibatan seorang eks bupati dalam rombongan 17 orang yang dijemput paksa itu.

Pengembang Swasta dan HGB Bogor

Kasus ini menyoroti pengurusan legalitas lahan yang dikerjakan oleh sebuah perusahaan pengembang di wilayah Bogor. Dugaan penerimaan uang panas tersebut diyakini merupakan pelicin agar proses administrasi HGB dapat berjalan sesuai keinginan pihak korporasi.

Budi menegaskan bahwa selain urusan HGB, penyidik juga sedang mengkaji adanya indikasi penerimaan lain yang masuk ke kantong para pejabat negara yang ditangkap.

Perputaran Uang Valas dan Rupiah

Pemandangan puluhan koper dan boks menjadi saksi bisu besarnya nilai uang dalam skandal ini. KPK menyita pecahan uang rupiah dan valuta asing (valas) yang jumlah kotornya sangat fantastis.

"Dalam penyelidikan tertutup ini, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu Rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper," rinci Budi.

Nilai akhir dari sitaan tersebut belum dirilis secara resmi karena petugas masih melakukan proses perhitungan intensif. Namun, taksiran sementara memastikan nominalnya telah menyentuh angka ratusan miliar rupiah. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Cendekia
wwwwww