Skandal Ratusan Miliar, Operasi Senyap KPK Gulung Jaringan Perizinan Tanah
![]() |
| Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (foto: jamal ramadhan/kumparan( |
JAKARTA - Agenda pemberantasan korupsi di sektor agraria menemui titik terang melalui sebuah operasi tangkap tangan (OTT) berskala besar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke berbagai titik di kawasan Jabodetabek pada Senin (14/9) untuk memutus rantai dugaan suap perizinan lahan.
Pusat dari pusaran dugaan korupsi ini adalah proses penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan Kabupaten Bogor. Temuan di lapangan mengungkap jaringan yang melibatkan birokrat lintas tingkatan, aktor politik, dan korporasi swasta.
Jumlah pihak yang digiring ke markas KPK tidak sedikit, mencapai 17 orang. Mereka langsung dihadapkan pada proses pemeriksaan maraton untuk mengurai benang kusut aliran dana ilegal yang diduga mengalir mulus dalam pengurusan dokumen pertanahan tersebut.
Daftar Pihak yang Terjaring Operasi
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memaparkan rentetan identitas kelompok yang saat ini berstatus terperiksa. Di jajaran pemerintahan, KPK mengamankan seorang oknum Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang dari Kementerian ATR/BPN.
"Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kemudian Kepala Kantah di Kabupaten Bogor, dan juga Kepala Kantah di Tangerang, serta beberapa pihak lainnya," urai Budi memberikan konfirmasi awal terkait status operasi tertutup tersebut.
Selain unsur birokrat, tim antirasuah mengamankan seorang oknum politikus yang memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan di kementerian tersebut. KPK juga memastikan keterlibatan seorang eks bupati dalam rombongan 17 orang yang dijemput paksa itu.
Pengembang Swasta dan HGB Bogor
Kasus ini menyoroti pengurusan legalitas lahan yang dikerjakan oleh sebuah perusahaan pengembang di wilayah Bogor. Dugaan penerimaan uang panas tersebut diyakini merupakan pelicin agar proses administrasi HGB dapat berjalan sesuai keinginan pihak korporasi.
Budi menegaskan bahwa selain urusan HGB, penyidik juga sedang mengkaji adanya indikasi penerimaan lain yang masuk ke kantong para pejabat negara yang ditangkap.
Perputaran Uang Valas dan Rupiah
Pemandangan puluhan koper dan boks menjadi saksi bisu besarnya nilai uang dalam skandal ini. KPK menyita pecahan uang rupiah dan valuta asing (valas) yang jumlah kotornya sangat fantastis.
"Dalam penyelidikan tertutup ini, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu Rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper," rinci Budi.
Nilai akhir dari sitaan tersebut belum dirilis secara resmi karena petugas masih melakukan proses perhitungan intensif. Namun, taksiran sementara memastikan nominalnya telah menyentuh angka ratusan miliar rupiah. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kumparan.com |
| Kategori | : | Cendekia |








