Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
7 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Opini

Kapal Virgo Transport 8 Ilang di Laut Jawa Usai Diterjang Badai, Ini Kronologinya

Kapal Virgo Transport 8 Ilang di Laut Jawa Usai Diterjang Badai, Ini Kronologinya
Persiapan pencairan. (ilustrasi: hermanto ansam/gosumbar.com/gemini ai)
Minggu, 13 September 2026 12:01 WIB

JAKARTA - Misteri menyelimuti perairan Laut Jawa menyusul terputusnya komunikasi kapal Virgo Transport 8 yang tengah mengangkut 243 orang. Armada laut yang bertolak dari Surabaya, Jawa Timur menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini dinyatakan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026).

Perjalanan yang seharusnya berujung di pelabuhan tujuan berubah menjadi situasi darurat saat cuaca buruk menerjang rute pelayaran. Tercatat, kapal lenyap dari pemantauan sekitar pukul 02.00 WITA, meninggalkan tanda tanya besar terkait nasib ratusan penumpang dan kru di dalamnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, memimpin langsung misi pencarian sebagai SAR Mission Coordinator untuk menemukan koordinat pasti armada tersebut.

Respons Cepat Pasca Laporan

Alur informasi berawal dari laporan General Manager PT Virgo, Yoel Rihi, pada pukul 04.10 WITA. Ia memastikan armada yang mulai berlayar dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.13 GMT itu tidak lagi bisa dijangkau melalui saluran komunikasi apapun.

Hanya berselang 20 menit, Kantor SAR Banjarmasin menggerakkan enam personelnya pada pukul 04.30 WITA. Menggunakan Rescue Car D-Max, tim bergerak menuju Dermaga SAR Basirih sebelum beralih ke armada laut KN SAR Laksmana 241 guna menempuh perjalanan sekitar lima jam menuju titik hilangnya kapal, yang terpantau berjarak 80 mil laut dari dermaga.

Mobilisasi Peralatan Canggih

Operasi di perairan lepas ini membutuhkan ketelitian tingkat tinggi, terutama karena kondisi cuaca masih dinamis. Tim membawa dukungan penuh berupa peralatan water rescue, perangkat selam, hingga jaringan internet satelit Starlink demi menjaga jalur komunikasi selama pencarian.

Dukungan taktis turut mengalir dari KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi, dan PT Pelindo Banjarmasin guna memperluas jangkauan radar dan visual.

"Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari petugas, Tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan dan pencarian berdasarkan perkembangan situasi di lapangan," imbaunya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Opini
wwwwww