Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
7 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Opini

Waspada Abu Vulkanik, Erupsi Anak Krakatau Masih Berlangsung

Waspada Abu Vulkanik, Erupsi Anak Krakatau Masih Berlangsung
Gunung Anak Krakatau meluncurkan abu vulkanik, Minggu (6/9/2026). (Foto: tangkapan layar IG @tvri_lampung)
Rabu, 09 September 2026 12:26 WIB

JAKARTA - Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) berpotensi menuju daratan Provinsi Lampung seiring fase erupsi yang masih berlangsung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung meminta warga untuk tidak menurunkan tingkat kewaspadaan.

Pergerakan Angin Barat Daya dan Barat Laut

Berdasarkan data PVMBG, Gunung Anak Krakatau terpantau mengalami erupsi beberapa kali semenjak Selasa (8/9/2026). Salah satu aktivitas vulkanik tercatat pukul 05.00 WIB yang berlangsung selama 15 detik.

"Gunung Anak Krakatau sekarang masih fase erupsi, dan kita harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena fase erupsinya secara total belum bisa dikatakan berakhir," tutur Analis BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, Rabu (9/9/2026).

Arah pergerakan angin menjadi penentu sebaran material abu pasca-letusan. "Kemudian, abunya dan arah angin masih mengarah ke arah barat laut serta barat daya. Mudah-mudahan tidak mengarah ke daratan Lampung," ucapnya.

Terdampak Efek Tepi Erupsi

Wahyu memaparkan ada dua faktor utama yang membuat abu vulkanik bisa terpapar hingga ke pemukiman di daratan Provinsi Lampung.

"Pertama, erupsi memiliki ketinggian tertentu dan kedua memiliki arah angin dengan arah tentu," paparnya.

Dampak dari abu vulkanik ini dirasakan oleh masyarakat di enam wilayah, mencakup Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, hingga Lampung Barat. Fenomena ini masuk dalam kategori efek tepi akibat pergerakan angin yang menuju barat daya dan barat laut.

"Akibat faktor arah angin tersebut, serpihan abunya sebagian kecil terbawa dan mengarah ke enam kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, dan beruntungnya yang besarnya justru banyak ke samudra," terangnya.

Harapan Hindari Dampak Sekunder

Otoritas terkait saat ini memfokuskan pemantauan pada dua elemen pemicu sebaran abu tersebut agar tidak terjadi secara bersamaan.

"Kita berharap dan berdoa supaya dua elemen ini tidak berkumpul, yaitu ketinggian erupsi dan arah angin yang mengarah ke daratan kita atau ke arah utara dari Gunung Anak Krakatau untuk mengurangi dampak sekunder berupa abu. Namun, semua harus terus meningkatkan kewaspadaan, karena masih dalam fase erupsi," harapnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Opini, Warga Bertuah
wwwwww