Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
19 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Indonesia di Haornas, Okto: Ingatkan Semangat Olimpiade 1948

Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Indonesia di Haornas, Okto: Ingatkan Semangat Olimpiade 1948
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari saat mengukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026. (NOC Indonesia)
Rabu, 09 September 2026 19:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari merasakan momen spesial saat mengukuhkan Kontingen Indonesia yang akan tampil pada 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang akan berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.

Pengukuhan yang digelar di Wisma Serba Guna Komplek Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 9 September 2026 itu punya dua keistimewan. Pertama, bertepatan pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang mengingatkan Semangat Indonesia tampil pada Olimpiade London, Inggris 1948 dan resminya tampil pertama kali di Olimpiade Berlin 1952. Kedua, Pasukan Merah Putih berkekuatan 430 atlet dan 145 offisial secara resmi dilepas Presiden Prabowo Subianto.

“Hari ini, Rabu, 9 September 2026 menjadi momen paling spesial. Pelaksanaan pengukuhan dan pelepasan Kontingen Indonesia yang dilakukan Pak Presiden Prabowo Subianto bertepatan pada perayaan Haornas itu mengingatkan kita dengan sejarah olahraga Indonesia pertama kali tampil di Olimpiade London 1948. Semangat Olimpiade ini lah yang harus membalut penampilan atlet Indonesia di Asian Games 2026 nanti,” kata Okto, panggilan karibnya.

Pengukuhan ini sebagai penanda bahwa seluruh proses persiapan kontingen telah memasuki tahap akhir sebelum keberangkatan menuju Jepang. Makanya, Okto, meminta seluruh atlet dan ofisial menjaga fokus, kondisi fisik, serta semangat juang dalam menghadapi pertandingan.

WartaPKU.com Foto bersama Atlet dan offisia
Foto bersama Atlet dan offisial Kontingen Indonesia.

Menurutnya, Asian Games bukan hanya panggung untuk mengejar prestasi, tetapi juga kesempatan bagi atlet Indonesia menunjukkan karakter, sportivitas, dan membawa nama baik bangsa di kancah Asia.

“Hari ini kita mengukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Setelah melalui proses persiapan yang panjang, sekarang saatnya fokus bertanding. Bawa semangat Merah Putih, jaga nama baik Indonesia, dan berikan yang terbaik untuk Indonesia,” tegasnya.

Okto menegaskan, kehadiran Kontingen Merah Putih di Jepang juga membawa misi yang lebih luas melalui diplomasi olahraga dan penguatan persahabatan antarnegara di Asia, termasuk hubungan erat Indonesia dan Jepang.

“Kita datang ke Jepang bukan hanya untuk bertanding dan mengejar medali. Kita membawa nama bangsa sekaligus memperkuat persahabatan melalui olahraga. Saya percaya atlet-atlet Indonesia mampu menunjukkan perjuangan, disiplin, dan karakter yang membanggakan,” imbuh Okto.

WartaPKU.com Menpora Erick Thohir saat memb
Menpora Erick Thohir saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengatakan pemerintah bersama NOC Indonesia dan Chef de Mission (CdM) terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sehari sebelum pengukuhan, Erick bersama Okto dan CdM Tim Indonesia Todotua Pasaribu bertemu dengan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia untuk mendapatkan informasi mengenai kesiapan dan berbagai skenario yang telah disiapkan pemerintah Jepang dalam menghadapi perkembangan situasi di wilayah penyelenggaraan.

“Alhamdulillah kemarin saya bersama CdM dan Ketua Umum NOC Indonesia diundang oleh Kedutaan Besar Jepang. Mereka menjelaskan plan A dan plan B dari pemerintah Jepang. Saya yakin pemerintah Jepang, sama seperti pemerintah Indonesia, sangat mawas dan peduli terhadap masyarakatnya,” ujar Erick.

Dengan waktu menuju pertandingan yang semakin dekat, Erick meminta atlet tidak terganggu oleh hal-hal di luar arena pertandingan. “Tinggal 10 hari lagi. Saya sampaikan kepada atlet, fokus. Jaga makan, jaga istirahat, dan yang lain serahkan kepada kami. Tugas atlet adalah fokus bertanding dan memberikan yang terbaik,” tegasnya.

WartaPKU.com CdM Todotua Pasaribu saat meny
CdM Todotua Pasaribu saat menyalami atlet.

Di sisi lain, NOC Indonesia bersama Tim CdM terus memonitor perkembangan situasi di Nagoya menyusul kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang berdampak terhadap sejumlah aktivitas masyarakat serta layanan publik di wilayah tersebut.

CdM Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, mengatakan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait di Jepang terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan kontingen, termasuk kesiapan venue dan fasilitas latihan bagi cabang olahraga yang telah tiba di Jepang.

“Kami terus melakukan monitoring. Memang terjadi situasi major di Nagoya akibat banjir. Hari ini otoritas pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan untuk me-lock sementara berbagai kegiatan di Nagoya,” kata Todotua.

Menurut Todotua, dampak situasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh kontingen Indonesia, tetapi juga masyarakat dan seluruh pihak yang berada di wilayah Nagoya. Sejumlah aktivitas pelayanan publik turut terdampak sebagai bagian dari langkah penanganan kondisi darurat.

“Impact-nya bukan hanya kepada kita, tetapi kepada semua yang hadir di sana. Bukan hanya venue olahraga, tetapi juga pelayanan umum seperti rumah sakit, sekolah dan kegiatan lainnya. Karena itu kami terus berkomunikasi dengan tim yang ada di sana untuk mencari solusi, termasuk tempat latihan,” jelas Todotua.

Todotua memastikan kepentingan dan keselamatan atlet tetap menjadi perhatian utama. NOC Indonesia dan Tim CdM juga menghormati serta mendukung langkah otoritas Jepang dalam menangani situasi tersebut.

“Ini memang situasi major dan force majeure, bukan sesuatu yang dibuat-buat. Prinsip kami adalah tetap mendukung sekaligus memonitor situasi di lapangan. Untuk keputusan teknis selanjutnya, kami akan terus berkoordinasi dengan panitia dan memberikan pandangan terbaik demi kepentingan atlet Indonesia,” ujarnya. ***

wwwwww