Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
20 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Janjikan Bonus Peraih Emas Rp3 Miliar, Presiden Prabowo: Kita Jangan Pelit

Janjikan Bonus Peraih Emas Rp3 Miliar, Presiden Prabowo: Kita Jangan Pelit
Presiden Prabowo Subianto saat melepas Kontingen Indonesia yang akan tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Foto: BPMI Setpres)
Rabu, 09 September 2026 20:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa atlet Indonesia peraih medali emas pada Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 akan memperoleh bonus sebesar Rp3 miliar. Besaran tersebut lebih tinggi dibandingkan bonus medali emas pada SEA Games sebelumnya yang mencapai Rp1,575 miliar. 

“Untuk SEA Games, medali emas dapat 1 miliar. Tapi ini Asian Games. Medali emas 3 miliar,” ujar Presiden dalam sambutannya saat melepas Kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (09/09/2026).

Selain bonus bagi peraih emas, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perhatian pemerintah juga diberikan kepada atlet peraih medali perak dan perunggu, termasuk para pelatih. Kepala Negara meminta agar pengembangan karier mereka turut diperhatikan dan dipercepat.

“Medali perak, medali perunggu pun karier-kariernya kita semua percepat. Ada yang, ‘Pak, saya sudah sekian tahun belum naik pangkat.’ Termasuk pelatih-pelatih,” ucap Presiden.

Menurut Presiden, prestasi dan pengabdian harus mendapatkan penghargaan yang layak. Ia menekankan agar negara tidak ragu memberikan penghormatan kepada mereka yang telah berbuat baik dan mengharumkan nama bangsa.

“Kita jangan pelit. Kalau baik, kita beri penghormatan,” tegas Presiden.

Dalam arahannya, Presiden turut menceritakan perjuangan seorang atlet equestrian pada SEA Games sebelumnya yang tetap bertanding meski mengalami cedera tulang rusuk beberapa hari sebelum perlombaan. Atlet tersebut menolak digantikan karena ingin tetap memperjuangkan kehormatan bangsa dan berhasil membantu timnya meraih medali.

“Orang ini tidak mau memilih jalan yang aman atau jalan yang enak. Dia mikir kehormatan bangsa dan negaranya. Ini salah satu contoh yang membanggakan,” tutur Presiden.

Kepala Negara menyampaikan bahwa atlet tersebut merupakan prajurit TNI Angkatan Darat. Atas keberanian dan prestasinya, Presiden kemudian memerintahkan pimpinan TNI untuk memberikan penghargaan dalam bentuk kenaikan pangkat.

Presiden berharap semangat serupa dapat dibawa seluruh atlet Indonesia yang akan bertanding di Aichi-Nagoya. Ia pun menutup arahannya dengan doa agar para atlet diberikan kekuatan dan mampu mempersembahkan hasil terbaik bagi Indonesia.

“Selamat berjuang. Semoga Tuhan Yang Maha Besar selalu memberi kekuatan dan yang terbaik kepada kalian semua,” pungkasnya. ***

wwwwww