Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Opini

Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

Kronologi 5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau
Personel Basarnas Banten menunjukkan peta posisi terakhir kapal yang hilang kontak di Posko SAR Nasional, Pandeglang, Banten, Selasa (8/9/2026). (foto: antara)
Rabu, 09 September 2026 09:37 WIB

JAKARTA - Kapal cepat yang membawa lima jurnalis untuk peliputan Gunung Anak Krakatau dipastikan dalam kondisi layak berlayar sebelum dinyatakan hilang kontak. Pemilik kapal menegaskan seluruh perlengkapan keselamatan standar telah tersedia saat armada tersebut bertolak dari wilayah Carita.

Klarifikasi Kelaikan Kapal

Pemilik kapal, Sandi Wiasa menyatakan armadanya berangkat dari Dermaga Pegedongan Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB. Ia menilai perairan saat itu dalam kondisi aman untuk aktivitas pelayaran.

"Kapal yang dipergunakan adalah kapal saya, itu berangkat kemarin sekitar jam 14.00 WIB lebih dari Dermaga Pegedongan," paparnya, Rabu (9/9/2026).

Sandi menyebut dokumen operasional kapal lengkap dan fasilitas seperti jaket pelampung tersedia bagi delapan penumpang. "Masih layak. Kapal layak untuk jalan. Untuk kelengkapan, untuk perizinan kita ada, surat-surat kapal kita ada, terus life jacket ada," rincinya.

Guna membantu pencarian, ia berinisiatif menghubungi sejumlah kerabat nelayan di wilayah Pulau Sebesi, Lampung. "Alhamdulillah sekarang juga sedang berusaha untuk membantu pencarian dengan nelayan-nelayannya," tuturnya.

Titik Hilang Kontak

Laporan Kantor SAR Banten menguraikan komunikasi rombongan sempat terjalin ketika korban mengirimkan lokasi terkini pukul 14.42 WIB. Insiden hilang kontak baru dikonfirmasi pukul 15.04 WIB pada koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Kendati demikian, pemandu rombongan diketahui masih sempat mengirim foto visual Gunung Anak Krakatau empat jam pasca-keberangkatan.

"Masih ada dengan guide-nya," ucap Sandi. Ia menambahkan, jarak kapal saat foto itu diabadikan berada di radius aman, yakni lebih dari tiga kilometer dari pusat kawah.

Operasi SAR Berlanjut

Upaya evakuasi terus dimaksimalkan oleh tim gabungan. Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad menyebut timnya telah menyisir perairan hingga Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, namun kapal belum ditemukan hingga batas waktu pencarian pukul 18.15 WIB.

"Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau," terangnya.

Pencarian lanjutan diagendakan Rabu (9/9/2026) melibatkan KN SAR Tatuka, armada RIB Banten, dan satuan Polairud Polda Banten.

Delapan orang yang tercatat dalam manifes pencarian meliputi M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pekerja lepas), nakhoda kapal, ABK, dan pemandu lokal.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Opini, Warga Bertuah
wwwwww