Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Erupsi Gunung Sinabung Berstatus Siaga, Pemprov Sumut Jamin Kebutuhan Warga

Erupsi Gunung Sinabung Berstatus Siaga, Pemprov Sumut Jamin Kebutuhan Warga
Foto udara sejumlah siswa SD Negeri 047174 bermain pada jam istirahat saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
Kamis, 03 September 2026 15:14 WIB

JAKARTA - Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung yang berujung pada penetapan status Siaga (Level III) memicu evakuasi massal ratusan warga di Kabupaten Karo, Sumatra Utara sejak Senin (31/8/2026). Untuk mengantisipasi segala kemungkinan darurat, sebanyak 1.279 personel gabungan resmi dikerahkan ke lapangan per Kamis (3/9/2026).

Pengosongan Pemukiman Radius Tiga Kilometer

Erupsi awal terekam pada Senin pukul 10.17 WIB, menyemburkan abu pekat setinggi 3.500 meter dari puncak gunung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan zona bahaya dalam radius tiga kilometer, yang mengharuskan warga Desa Kuta Tengah segera mengosongkan area tersebut.

"Erupsi ini merupakan bagian dari erupsi awal, dan tidak menutup kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar," terang PVMBG melalui laporan resminya.

Pos PGA Sinabung turut menekankan agar 650 warga dari 207 Kepala Keluarga (KK) yang dievakuasi mematuhi aturan larangan memasuki zona merah demi meminimalisasi risiko korban jiwa.

Pengamanan Lintas Instansi

Sebagai langkah antisipasi eskalasi bencana, Kodam I/Bukit Barisan menyiagakan lebih dari 1.000 pasukan gabungan. Elemen pengamanan ini melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Satpol PP, dan tenaga kesehatan.

Ribuan petugas ini disebar ke sejumlah titik krusial, berpusat pada perimeter zona merah dan pengamanan pusat pengungsian di Losd Pulunipe, Sukatepu, Kecamatan Namanteran.

Peningkatan Fasilitas Pengungsian

Di lokasi pengungsian, Pemerintah Kabupaten Karo terus menggenjot ketersediaan sarana prasarana. Kekurangan fasilitas MCK, tenda, selimut, dan pasokan makanan yang sempat terjadi di awal masa evakuasi kini telah diatasi oleh satgas tanggap darurat, termasuk dengan pengerahan armada truk air bersih.

"Keselamatan warga menjadi prioritas utama," ungkap Bupati Karo, Antonius Ginting saat berkoordinasi di posko pengungsian Sukatepu, Selasa (1/9/2026).

Sejalan dengan itu, Pemprov Sumatra Utara memberikan garansi pemenuhan hak-hak dasar para pengungsi, yang mencakup kenyamanan tenda darurat hingga penyiapan bus khusus operasional anak sekolah.

"Kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah," pungkas Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tirto.id
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww