Sita Koper dari BKPSDM Bogor, KPK Dalami Dugaan Pemotongan Upah Pegawai
![]() |
| Juru Bicara, KPK Budi Prasetyo. |
BOGOR - Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor resmi dinaikkan ke tahap penyidikan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung bergerak cepat dengan menggeledah Kantor Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kamis (27/8/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika membenarkan kehadiran tim penyidik di dua instansi tersebut.
"Iya, kedua badan tersebut," ucap Ajat mengonfirmasi.
Amankan Rp1,5 Miliar
Sebelum penggeledahan ini berlangsung, tim KPK telah melakukan penyelidikan intensif di kawasan Bogor pada Kamis (20/8/2026) malam. Dari operasi tersebut, petugas menemukan uang tunai dalam jumlah besar.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa temuan dana tersebut menjadi dasar kuat untuk melakukan pendalaman lebih lanjut.
"Betul memang ada sejumlah uang yang diamankan dalam rangkaian kegiatan penyelidikan tersebut dengan nilai sekitar Rp1,5 miliar," jelasnya.
Meski tidak ada pihak yang terjaring melalui mekanisme operasi tangkap tangan (OTT), KPK menindaklanjuti temuan ini dengan meminta keterangan dari berbagai saksi. Hasil gelar perkara kemudian menyimpulkan adanya dugaan unsur pidana sehingga diterbitkan surat perintah penyidikan umum.
Telusuri Modus Pemotongan
Kasus ini menyoroti dugaan pemotongan upah pungut yang semestinya diterima penuh oleh para pegawai di lingkungan Bappenda Kabupaten Bogor. Tim penyidik terlihat menyita sebuah koper dari Kantor BKPSDM yang diduga berisi dokumen terkait alur pencairan dan pemotongan dana tersebut.
"Ini modusnya memang diduga terkait dengan penerimaan upah pungut yang dilakukan di Dispenda (Bappenda) Kabupaten Bogor," terang Budi.
Penyidik KPK kini tengah memetakan konstruksi perkara secara utuh, termasuk melacak siapa saja pejabat atau individu yang menerima aliran dana haram tersebut.
"Untuk pihak-pihaknya siapa saja yang terlibat, siapa saja yang kemudian menerima aliran uang dari pemotongan anggaran tersebut, nanti kami akan sampaikan secara lengkap," tutupnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Cendekia, Warga Bertuah |







