Saling Balas Tarif Perdagangan, Ratusan Komoditas AS dan Kanada Tersendat
![]() |
| Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. |
JAKARTA - Sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada dipastikan memukul sejumlah sektor industri vital. Aksi saling balas tarif ini mengancam perputaran nilai ekspor Kanada yang diperkirakan mencapai US$20 miliar atau setara Rp354 triliun.
Kondisi ini bermula saat perundingan kesepakatan dagang berakhir tanpa hasil pada Jumat (21/8/2026). Washington kemudian mengambil langkah dengan menjatuhkan tarif sebesar 50 persen terhadap beragam komoditas ekspor Kanada. Amerika Serikat menargetkan produk-produk seperti baja, produk susu, peralatan rumah tangga, mesin pertanian, pulp dan kertas, serta barang elektronik.
Menolak menyerah pada tekanan, pemerintah Kanada mengumumkan akan memberlakukan tarif balasan yang setara pada Sabtu (22/8/2026).
"Dalam beberapa hari ke depan, kami akan mengumumkan rincian langkah-langkah tarif baru ini, yang akan mulai berlaku pada Selasa setelah Hari Buruh," terang Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Tarif balasan dari Ottawa tersebut menyasar berbagai barang produksi Amerika Serikat yang masuk ke pasar Kanada. Komoditas yang terdampak meliputi anggur, furnitur, produk susu, semen, pakaian, alat pancing, hingga perlengkapan olahraga hoki es.
Saling balas kebijakan ekonomi ini menempatkan Kanada dalam posisi rentan secara struktural, mengingat Amerika Serikat menyerap sekitar 70 persen dari total ekspor negara tersebut. Meski demikian, pemerintah Kanada memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mengamankan pasar domestik.
"Kami memiliki cadangan, ketahanan, dan rencana untuk merespons situasi tersebut," urainya.
Hingga saat ini, belum ada jadwal perundingan lanjutan yang direncanakan oleh otoritas kedua belah pihak untuk menyelesaikan kebuntuan kesepakatan dagang tersebut.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Kuliner |








