Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kampus

Anggota DPR Soroti Data Titik Panas BNPB: 'Harus Ditangani dalam Hitungan Jam'

Anggota DPR Soroti Data Titik Panas BNPB: Harus Ditangani dalam Hitungan Jam
Sabtu, 22 Agustus 2026 18:48 WIB

JAKARTA - Pemerintah menerjunkan puluhan pesawat guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Pengerahan kekuatan udara ini berjalan beriringan dengan desakan dari parlemen yang meminta percepatan penanganan di sejumlah wilayah terdampak.

Sekretariat Kabinet melalui akun Instagram resmi merilis informasi bahwa pemerintah mengerahkan 52 pesawat untuk operasi penanganan karhutla. Armada ini disebar ke enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah. "Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra," tulis pernyataan tersebut.

Sebagai bagian dari operasi, lima pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, Jumat (21/8/2026). TNI AU juga memastikan kesiapan pesawat tambahan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Ribuan Titik Panas Terdeteksi

Langkah antisipatif ini diambil menyusul peningkatan jumlah titik panas yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Wilayah Kalimantan Tengah mencatat sebaran tertinggi dengan 767 titik, diikuti Kalimantan Barat dengan 560 titik.

Merespons tingginya angka tersebut, Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan mengingatkan pemerintah agar bertindak cepat. "Ketika titik panas sudah terkonsentrasi dalam jumlah besar di Kalimantan, setiap hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi harus segera diterjemahkan menjadi daftar lokasi prioritas yang wajib diverifikasi dan ditangani di lapangan dalam hitungan jam," tekannya, Sabtu (22/8/2026).

Aktivitas Warga Lumpuh

Daniel menyoroti dampak nyata yang diderita masyarakat akibat tebalnya kabut asap. Mulai dari insiden kecelakaan truk yang terguling karena pendeknya jarak pandang, hingga gangguan pada dunia pendidikan.

"Tentunya ini menjadi keprihatinan karena dampak karhutla semakin mengganggu aktivitas sekolah anak-anak seperti di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak yang terpaksa diliburkan akibat kondisi udara yang buruk," paparnya. 

Desakan Bencana Nasional

Melihat kondisi yang nyaris melumpuhkan kehidupan sehari-hari, ia mendorong penetapan status kebencanaan di level nasional.

"Kalimantan sudah seperti setengah 'neraka' sekarang karena karhutla yang semakin parah. Pemerintah perlu menetapkan status karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional karena dampaknya sangat signifikan," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Kampus
wwwwww